Tampilkan postingan dengan label catatan chem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan chem. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Sepenggal Masa Lalu

Teringat lamunan tadi pagi....seperti biasa saat saat menunggu bis menuju kantor didepan halte ratu plaza...selalu saya sempatkan untuk membeli kue kue ringan yang dijual oleh seorang ibu. Entah kenapa tiba tiba pikiran saya seperti mereview kejadian beberapa tahun yang lalu....

Kebetulan kue yang saya beli ada kue lumpur...kue bolu dan kue sus....tahukah temans....kue kue inilah yang telah mengantarkan saya hingga bisa lulus kuliah...Sebuah kejadian super rumit mengharuskan saya mengambil langkah untuk berwirausaha...jangankan biaya kuliah uang jajan aja saya gak punya...jangankan uang jajan...ongkos transportpun kembang kempis...(sering juga dulu gak mentoring gara gara gak punya uang transport...atau pinjam teman teman mentoring...untuk ongkos pulang)

Kalau sudah akhir semester...nama saya selalu dipanggil oleh bagian keuangan...karena belum bisa bayar biaya kuliah....perkara perkara rumit yang terjadi saat itu benar benar membuat kuliah saya kacau....beruntunglah aku masih punya 2 sahabat baik yang selalu mengerti kondisi saya...yang siap membantu saya....seburuk apapun kondisi saya...(semoga ALLAH senantiasa memberikan berkah untuk 2 sahabat terbaikku ini)

Berbekal uang 50.000 rupiah yang diberikan teman saya...akhirnya saya gunakan untuk memulai wirausaha....kalo boleh jujur berat sekali rasanya memulai untuk berwirausaha...belum harus mengalahkan rasa malu...gengsi...takut....bahkan diawal awal jualan...padahal itu kue sudah dibeli gak saya jual karena terlanjur malu. tapi dengan berbekal bismillahirrahmanirrahim.... akhirnya saya paksa juga untuk melangkah...saya beli kue kue ringan dipasar pagi...kemudian saya jual lagi dikampus...(jadi lah setiap hari aku menenteng kue kue...persis seperti ibu yang sebelumnya aku ceritakan)...dari modal 50.000 akhirnya saya bisa mendapatkan keuntungan sampai 400.000-600.000 sebulan...alhamdulillah paling tidak...cukup untuk membiayai biaya kuliah dan transport saya sehari hari...

Ada satu ritual yang selalu saya lakukan jika kue kue ku tak habis terjual (psssst...ini rahasia ya...) semua sisa kue saya berikan pada seorang nenek tua renta yang kerap kali mengemis dipinggiran stasiun kalibata... sebenarnya aku juga mencontoh ini dari ritual sahabatku...Tahukan temans...setiap saya memberikan sisa kue ku.... sang nenek selalu tak henti hentinya mendoakan kebaikan dan kemudahan kemudahan untuk hidup saya. Sampai sekarang masih terbayang di benak saya sumringah wajahnya ketika mendapatkan makanan apapun dari saya... dan ternyata dikemudian hari doa doanya untuk saya...ternyata menjadi benar (walaupun satu yang belum terkabulkan...urusan jodoh hahaha....).

Disaat saat tersulit saya ALLAH selalu memberikan jalan keluar dari arah yang tak terduga....
1.Saat saya benar benar kehabisan dana untuk kuliah....ada seorang bapak yang terenyuh mendengar kisah saya dan berbaik hati untuk melunasi segala biaya kuliah saya...tanpa mengharap ucapan terimakasih dariku..bahkan terkadang beliau suka memberikan transport untuk saya...(semoga ALLAH senantiasa memuliakan kedudukan beliau)
2.Saat saya benar benar kesulitan dalam menyusun tugas akhir saya....tiba tiba hanya dalam waktu dua minggu saja saya mampu menyelesaikan semuanya.
3. Setelah lulus kuliah...kurang dari 6 bulan saya mendapat pekerjaan dikantoran.

Inni NasruLLAHA qariib....inna ma'al 'usri yusro...fa inna ma'al 'usri yusro............

Satu pelajaran dari perjalanan hidup saya sendiri adalah "Beranilah untuk memulai....istiqomah didalamnya"... Langkah pertama adalah penentu dari ribuan langkah berikutnya.... Kalau aku ingat ingat bagaimana sulitnya kuperjuangkan hidayah ini....rasanya tak ingin kulepaskan dengan percuma.
Memaksa diri untuk kuliah di UI yang mahal itu saya anggap adalah langkah "tersinting" diriku (gak ngerti biaya dari mana...yang penting ujian). Menggunakan hijab saya anggap sebagai langkah terberani diriku...walau saat itu saya begitu faham dengan segala resiko yang harus kulalui....Memulai berwirausaha saya anggap sebagai langkah terindah dalam hidup saya....terbukti tiga jalan inilah...yang kini benar benar berarti bagi hidup saya.

Bahkan ketika sebagian besar orang memilih untuk hanya menghabiskan waktu dikantoran...saya tetap nyambi untuk berniaga....saya juga ingin merasakan separuh dari ruh (semangat) ayah saya (seorang enterpreneur sejati) paling tidak dengan cara ini bisa sedikit mengobati kerinduan saya pada beliau.

Hmmm....pada akhirnya kunyahan demi kunyahan sebiji kue lumpur yang saya cicipi pagi ini semakin terasa manis....tapi bukan lagi berasal dari rasa manisnya campuran tepung dan gula didalamnya....namun berasal dari rasa manis yang lebih dalam...merasuk ke hati...mengharu biru.....

ternyata asaya bisa melewati segalanya :')


~Biarkan jalan kesabaran menjadi nostalgia indah yang kelak akan kita bukukan dalam catatan kehidupan kita dan akan kita banggakan dihadapan Pencipta kita~

Sabtu, 01 Oktober 2011

babak baru di LTQ

waktu terus berjalan...gak terasa sampai juga diriku ini di kelas tahfidz di LTQ karisma risalah setelah penantian setahun. sebenarnya dulu juga pernah menghafal baru 1,5 juz sih privat dengansalah seorang ustdzah alhikmah kemudian pindah ke Karisma Risalah dan masuk ke kelas tahsin....hmmm rasanya ketika memasuki kelas ada semangat baru dan kerinduan untuk menghafal dan memurojah kembali hafalan yang pernah kumiliki...maklum diriku ini tipical yang kalo gak dipaksa gak menghafal...jadi praktis jangka waktu setahun memang tidak menambah hafalan baru....(bandel yak!!!!)

dengan basmallah ku mencoba memulai hafalan dari juz 29.dan sampai saat ini (2xpertemuan) sudah mencapai surat al haaqqah.ada satu pelajaran yang menarik buat diriku...ketika aku men tasmi' kan bacaanku di depan ustadzah ku...alhamdulillah semua berjalan lancar (hanya sedikit kekurangan...sedikit sekali)...ya Rabbi...satu pelajaran yang menarik itu adalah betapa lancarnya diriku untuk mentasmi'kan bacaan ke 3 surat ini.Padahal dulu waktu pertama kali aku mencoba menghafal juz 29...diriku terbengong bengong...apakah aku bisa??? dengan tulisan keriting seperti ini...kemampuan bahasa arabku yang sama sekali tidak bisa diharapkan...apakah aku bisa??? dan perlahan aku mencoba menghafalnya...jujur melawan keinginan diri untuk bersantai seringkali tak bisa kuhindari....ketika menghafal mudah sekali lupa...belum menghafal mati bahasa arabnya....hadooooh koq terasa berat banget yah....belum kena "diomelin" ustadzahku karena setiap pekan cuma bisa menambah sedikit....sementara yang sudah dihafal seringkali lupa....pendek kata...proses ini gak gampang buat aku...Tapi pagi ini diriku benar benar membuktikan bahwa ternyata ane bisa mentasmi'kannya secara fasih di depan ustdazahku....nikmaat sekali rasanya bisa mengalunkan al quran tanpa membaca....
ternyata semuanya butuh proses dan setiap proses harus diimbangi dengan kesabaran dan ketekunan. Dan ini akan menjadi pelajaran aku kemudian untuk bisa bersabar dalam kepahitan..ya Rabbi perjalanan aku tuk meghafal quran ini benar benar masih panjang...semoga Engkau teguhkan diri ini....dalam niat yang lurus, hati yang ikhlas,kesabaran yang mendalam dan kegigihan yang memuncak.
aku jadi ingat dengan ustadzah ku di alhikmah...ya Rabb semoga Engkau senantiasa memberikan kebaikan kebaikan yang melimpah kepada beliau...atas kesabarannya menghadapi diriku yang rada lemot kalau urusan hafalan....atas segala nasihat nasihat terbaiknya...
jujur...diriku rindu dengan "omelannya"...sindiran sindiran "pedasnya"....yang kalau gak di begitukan belum tentu aku bisa menghafal....

ada satu nasehat beliau kepada diriku bahwa ketika kita ingin menjadi penghafal quran...
maka semangat utama yang kita tanamkan adalah semangat memurojaah...bukan semangat menambah hafalan.Karena ada diantara teman teman yang mengaku menghafal quran, mengaku pernah menghafal 10 juz...namun ketika di minta murojaah 2 juz saja tidak bisa....dan mereka itu bukan lagi disebut penghafal penghafal quran...tapi...mantan penghafal quran.

ya Rabb...teguhkan pendirian ini.....

Rabu, 07 September 2011

Hamba Tak Tau diri

Beberapa hari yang lalu baru aja pulang dari makam kedua orang tua ku....sepanjang jalan keluar pemakaman kami melewati pohon cemara dan cakar ayam. Otak herbal ku keluar dah ... Waktu itu aku bilang ke kakakku...bahwa daun ini insyaALLAH efektif untuk mengobati kanker paru paru. Terus kakakku bilang..."mmmm....mungkin juga sih...liat aja bentuk daunnya kan kayak cabang cabang bronchiolus". Sesaat aku langsung berfikir.......bahwa perkataan kakakku memang benar. Bahwa seringkali ALLAH memberikan petunjuk kebesarannya kepada manusia melalui tanda tanda yang khas.

Seperti halnya herba....herba herba berwarna merah umumnya baik untuk darah. yang daunnya bulat seperti pegaga baik untuk otak. yang berbentuk panjang seperti wortel dan akar akaran baik untuk masalah lelaki. dan masih banyak lagi
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.....sesungguhnya apa yang ada dilangit dan dibumi ini terdapat tanda tanda kekuasaan ALLAH...dan hanya difahami oleh kaum yang mau berfikir.

Sejenak aku menyambungkan cerita ini dengan taujih dari seorang ustadz ku di LTQ ketika sedang mentadabburi surat Ar Rahman .Ada satu taujih beliau yang begitu menarik bagiku... yaitu ketika beliau mengatakan bahwa didalam surat Ar Rahman ALLAH berfirman bahwa Dia lah yang menundukkan apa apa yang ada dilangit dibumi....semua demi kepentingan manusia.
Dia jaga arus perputaran benda benda angkasa sedemikian rupa dan sangat terukur...untuk kepentingan manusia. Dia tundukkan api, air, tanah, angin untuk kepentingan manusia. Dia jadikan gunung untuk menjaga bumi...untuk kepentingan manusia. Dia tundukkan hewan hewan untuk kepentingan manusia.Semua nya telah ALLAH tundukkan untuk kepentingan manusia... dalam dunia tumbuhanpun...ALLAH benar benar memberikan petunjuk-Nya pada manusia...melalui bentuknya...warnanya....Bahkan Iblis dan para Malaikatpun disuruh-Nya tunduk kepada manusia.
Sebegitunya ALLAH memuliakan manusia....tapi seringkali kita yang bernama hamba lupa untuk berterimakasih kepada-Nya.hhhh kita ini benar benar hamba tidak tau diri. Sampai sampai didalam surat Ar Rahman berkali kali ALLAH harus menyebutkan..."fabi ayyi aalaa i rabbikumaa tukadzibaan....." berkali kali ia sebutkan...."Nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan...?"
seolah olah dalam bahasa gaulnya ALLAH ingin mengatakan..."hoooi......kurang apa lagi coba....hayo...kurang baik apa gue...semua dah gue kasih buat loe...loe susah gue kasih jalan keluar...setiap detik setiap saat gue jagain loe dan gue curahkan segala kasihsayang gue buat loe...kurang baik apa gue....." dan itu disebut ALLAH berulang ulang. Seharusnya orang yang tau diri tentunya benar benar malu kalau mendengar orang yang sering membantunya berkali kali mengucapkan kalimat ini.Seolah olah memang kita tidak tau terimakasih.

Rabbana...ya Rabbana...dzolamna anfusanaa. Wa illam taghfirlanaa watarhamnaa lanakunannaa minal khasirin....

Ampuni kami yaa Robb.yang seringkali dengan sengaja melupakan-Mu. bahkan bermain main dengan peringatan-Mu. Seringkali kami sengaja menyerempetkan diri ini ke jurang neraka-Mu...goflah seringkali menjadi bagian dari hidup kami.
Hamba yang tak tau diri ini bersimpuh dihadapan-Mu...memohon belas kasih-Mu...mengharapkan ampunan-Mu...meminta bimbingan-Mu...agar Kau jaga hati ini...agar Kau jaga jasad ini dari segala sesuatu yang membuat-Mu benar benar murka.

Ampuni kami ya Rabb......

Minggu, 03 Juli 2011

fashbir shobron jamiila

Fashbir shobron jamiila, indah banget yah...kalau kita bisa menyelami kalimat ini dengan baik...bersikap sabar dengan kesabaran yang indah...entah kenapa kalimat ini, akhir akhir ini selalu terngiang ditelinga saya...persis setelah mendapat tausiyah pekan lalu.

Mungkin karena akhir akhir ini saya merasa sedang diajarin ALLAH untuk bisa bersikap sabar.yah beberapa kejadian di beberapa bulan terakhir ini memang cukup menampar diri saya dan membuat diri ini lebih banyak memilih untuk bersikap diam bahkan hampir saja saya menanam mosi tidak percaya pada semua orang. Tapi walaupun bikin sakit hati...marah ...kesal..kecewa ternyata dibalik itu semua saya merasakan adanya tarbiyah ALLAH untuk saya supaya  bisa mengambil pelajaran bermakna dari semua ini. agar saya menjadi lebih sabar...agar saya menjadi lebih arif dalam menyikapi banyak hal.

ALLAH memang maha baik...dalam kondisi hati yang sedang kurang baik, ada saja cara ALLAH memberikan tausiyah untukku...muncul dengan cara yang tak terduga... entah kenapa dari ceramah ceramah yang saya dengar, buku buku yang saya baca, diskusi diskusi yang terjadi antara saya dan teman teman...semua mengarah kepada hal yang sama...persis dengan kondisi hati saya yang sedang kurang baik.

Tapi kenapa ya...saya bisa semarah ini...padahal biasanya saya selalu berusaha untuk open mind...apa yang salah pada saya???? mungkinkah dzikir saya yang kurang???? tapi alhamdulillah...cerita pak ustadz pekan lalu benar benar menjadi jawaban dari semuanya....Fashbir shobron jamiila...sabar dengan kesabaran yang indah...tanpa menggerutu dan tanpa ada niatan untuk membalas semuanya....tanpa mencari pembenaran diri....dan berusaha keras mencari tau apa yang harus diperbaiki

biarlah tangan ALLAH yang bekerja...kalau ALLAH membalas semuanya adalah hanya karena ALLAH Maha Adil tapi kalau ALLAH tidak membalas...itu semata karena ALLAH maha Penyayang dan mudah mudahan kejadian kejadian ini adalah penggugur bagi dosa dosa ku...ya ALLAH...anta murobbi...Inni tawakkuli 'alaika...

Rabbi...semoga Engkau berkenan membantu hamba tuk membukakan pintu pintu kearifan pada diri ini...sehingga mata hati ini mampu menjadi furqon antara yang haq dan yang bathil



Terkadang kita memang perlu merefresh kehidupan kita...kembali ke titik nol agar pintu pintu hikmah terbuka lebar bagi kita...menyapu setiap gundah hingga yang tersisa cuma kebahagiaan untuk mencintai ALLAH


Kamis, 20 Januari 2011

ayah aku bangga jadi anak mu



Mengawali tulisanku di 2011 ini...kenapa ya...tiba tiba aku inget dengan sosok ayah. Mungkin karena abis ziarah ke makam kedua orang tua ku. Lagu ebiet ini paling tidak mewakili isi hatiku tentang sosok ayah yang senantiasa ku banggakan. Walau pertemuanku dengan seorang ayah tidak se intens anak anak yang lain...tapi aku tetap merasa dekat dengan beliau. karena setiap detik bersama beliau benar benar beliau curahkan untuk keluarga kami.

Dulu diriku sering tidak mengerti mengapa ayahku senang sekali mengajak aku melakukan perjalanan jauh dan bercerita tentang masa lalu dari setiap tetes perjuangannya dalam berwira usaha. Aku yang saat itu masih SD paling cuma diam dan mendengarkan dengan seksama...dengan sekali kali melontarkan pertanyaan pertanyaan yang mungkin gak terasa penting. Beliau kerap kali bercerita perjuangannya berenang ditengah lautan pindah dari satu pulau ke pulau lain...turun dari kapal laut untuk menggelar barang dagangan. bahkan pada suatu waktu beliau benar benar dengan bangganya menunjukkan pada ku tempat tempat persinggaahan beliau untuk berjualan.

Baru ketika aku beranjak dewasa...aku benar benar paham maksud tersembunyi dibalik cerita ceritanya, agar aku belajar menghargai sebuah kesulitan, agar aku belajar menghadapi sebuah perjuangan. Sesuatu yang kita harapkan akan terasa lebih indah jika didapatkan dengan perjuangan. Ayahku memang sosok yang sangat senang bercerita...petualang yang gigih, sosok yang sangat 'prepare', dan 'visioner'.

Sebagai sosok yang sangat prepare...beliau kerap membawa peta dan payung kalau kemana mana. Mungkin buat orang lain terdengar lucu dan aneh tapi menurutku beliau sosok yang unik. Dimanapun berada selalu membuat pertemanan...tak heran waktu beliau meninggal kemudahan kemudahan selalu menghampiri beliau dimana mana...

Sebagai sosok yang visioner pemikirannya jauh kedepan...mungkin ini sedikit menurun padaku...sejak kecil diriku selalu diajarkan untuk berfikir panjang dan pelan pelan beliau membentuk diriku sebagai deep thinker. Kalau aku salah atau mau mengambil keputuan...ayahku tidak pernah memaksa atau menyalahkan,beliau selalu memberikan pandangan akan apa yang aku putuskan. Sehingga setiap keputusan ku adalah keputusan yang memiliki dasar (berdasarkan pemikiran yang matang) menurut pandangan aku. Seperti misalnya keputusan untuk memilih sekolah...adalah pilihan aku. Bukan boneka atau mobil mobilan yang sebagai mainanku...tapi catur. Sejak kecil beliau selalu mengajakku main catur. 'Berfikir strategis' itu lah yang selalu di camkan beliau kepadaku. bersikap 'nanti bagaimana' bukan 'bagaimana nanti'.

Kakaku yang paling tua ...saat SMP sudah disuruh ke Papua sendirian. tanpa ada yang menemani (karena memang ayahku berwira usaha disana). sedang kan aku sendiri saat SD berangkat les bahasa inggris sendiri , pulang magrib , naik bis dari tempatnya lumayan jauh untuk ukuran anak SD. uang jajanku cuma 200 perak sehari cuma cukup untuk ongkos bis...otomatislah kalau mau bisa jajan aku wajib jalan kaki pulang pergi sekolah.kalau mau naik bis...artinya bawa makanan dari rumah.

Bagaimana cara beliau mendidikpun unik...kalau subuh subuh kami sulit bangun, maka beliau akan adzan ditelinga kami masing masing, sampai kami benar benar bangun. sholat subuh wajib berjamaah, dan usai sholat subuh...hafalan bacaan sholat beserta artinya selalu ditagih. Makan siang dan malam wajib bersama sama...kadang kadang ayahku suka bercanda untuk memasukkan potongan jahe ke makanan kami...sontak siapapun yang kena makan potongan jahe akibat keisengan ayahku...kami tertawakan. ayahku lebih senang membawa makanan sedikit tapi berebutan dari pada banyak untuk dibagi ke satu persatu anak...Bacarigi' tu nan lamak..istilah beliau untuk menggambarkan kebersamaan keluarga dengan berebutan makanan...Kepada khadimat pun ayahku selalu berprinsip...ketika mereka keluar dari rumah gak boleh jadi khadimat...maka kepada mereka yang jadi khadimat dirumah ...siap siap aja diajarin dagang sama ayahku bahkan kalau memungkinkan di bawa ke papua untuk merintis usaha di sana.
Walau bukan seorang guru ...namun hakikatnya beliau pendidik sejati...

Kadang kadang aku merindukan suasana seperti ini...bahkan sepertinya kalau diriku kelak berkeluarga...ingin sekali ku bisa menerapkan pola pendidikan ayahku. Aku selalu terinspirasi dengan petuahnya...

Beberapa hari yang lalu aku kembali bermimpi tentang ayahku...dalam mimpiku aku tau bahwa beliau sudah tidak ada. maka saat saat pertemuanku dengannya tak ku sia sia kan untuk menangis, sejadi jadinya, menumpahkan segala isi hati tentang kepedihan ku atas kepergian beliau, atas segala kerinduanku, tentang segala yang tejadi pasca kepergian beliau. Aku menangis....lalu ayahku memeluk dan menggendong aku seperti layaknya menggendong anak kecil...Beliau berkata "tenang nak...betapapun papa sudah tidak ada...papa selalu mengunjungi kalian...papa gak pernah meninggalkan kalian". Ya Rabbi...sebuah mimpi yang cukup menghibur aku.

Sebetulnya ada banyak amanah beliau yang belum sempat kutunaikan...entah bagaimana aku harus menjalaninya...kadang kadang terasa berat bagiku....tapi mudah mudahan ALLAH selalu memberikan jalan keluar kepadaku untuk menunaikannya. Ya Rabbi...jika hal ini kau anggap ibadah ku untuk berbakti kepada orang tua ku...mudahkan Ya Rabb, berikan jalan keluar dan beri aku kesanggupan untuk menjalaninya...

ayah.. nanda mohon maaf atas segala sikap yang pernah mengecewakan ayahanda, atas segala amanah yang belum tertunaikan, teriring doa dari ku ... harapkan kebahagiaan mu.... 'sungguh aku bangga jadi anakmu'

Jumat, 10 Desember 2010

emas dan jaman keemasan

Kebanyakan orang hanya menilai bahwa emas,zamrud,berlian dan intan hanya sebagai batu bernilai ekonomis tinggi tanpa menyadari bahwa sesungguhnya mereka terbentuk dari sebuah proses evolusi yang begitu panjang.

Setidaknya inilah satu pelajaran yang saya petik ketika saya membaca buku The Alchemist... karya Paulo Coelho. Satu kisah tentang pencarian seorang alchemist untuk bisa merubah batu menjadi bongkahan emas. Sebagian alchemist hanya mencari emasnya saja tapi pada sebagian yang lain justru mencari hakikat dibalik pencariannya.

Kisah ini menarik....dan mengajak saya untuk ber-angan angan tentang jaman keemasan islam yang pernah dan akan terjadi lagi. Semua yang terjadi tentunya adalah sunatullah (sudah di gariskan oleh ALLAH) ... pasti terjadi. Karena ALLAH yang Maha karim tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.



Seperti layaknya batu batu bernilai itu....semua tentu terjadi dengan proses....dalam proses "metamorfosa" nya untuk menjadi emas, akan ada bagian bagian yang secara sunatullah meluruh karena meluruh adalah juga bagian dari proses yang mendukung terjadinya perubahan itu. Tapi apakah kita mau menjadi bagian yang meluruh itu ???? dan tidak mau mengambil bagian untuk menjadi penyerta dalam menyongsong jaman keemasan islam???

Akan menjadi seperti apakah kita ??? apakah sejarah akan mencatat kita sebagai pelaku terjadinya kemenangan itu??? atau sejarah akan mencatat kita hanya sebagai pemerhati sejarah kemenangan itu??? atau menjadi penyumbat sejarah kemenangan itu??? atau justru menjadi penyambit sejarah kemenangan itu???

Setiap kita hendaknya memiliki ke-khas-an dalam dakwah...memaksimalkan potensi diri untuk bisa berbagi.... tujuannya agar mudah dikenali dan mudah dicari...sebagian orang ada yang memilih jalur politik, sebagian lain memilih untuk menjadi penghafal qur an, sebagian lain memilih jalur pendidikan, Lalu berada dimanakah kita????

Namun hendaknya ke-khas-an itu menjadi sinergi dengan yang lain agar tidak saling bertentangan yang pada akhirnya justru menghancurkan bangunan dakwah yang ada. Seperti layaknya ikatan kovalen dalam ilmu kimia...bagi teman teman yang pernah belajar ilmu kimia tentunya tahu...bahwa ikatan kovalen terbentuk dari molekul poliatomik (banyak atom) yang bisa berasal dari unsur logam dan non logam. walau terdiri dari banyak atom yang berbeda sifat...namun mereka mampu membentuk ikatan yang sangat kompleks dan begitu kuat...dan karena begitu kuatnya...ikatan ini tidak mudah luruh walau harus ditempatkan pada suhu yang tinggi sekalipun.

Sepertinya ALLAH ingin menyampaikan perumpaan tentang surat As Shaff melalui ikatan kovalen ini. buat saya surat as shaff cukup menyentuh.....karena didalamnya terdapat banyak pengingatan pengingatan yang menguatkan untuk selalu memperkokoh bangunan dakwah.

"Wahai orang orang yang beriman...mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu perbuat??? amat besar kebencian ALLAH di sisi kita ketika kita mengatakan sesuatu yang tidak kita perbuat...sungguh ALLAH mencintai suatu barisan yang teratur rapi seolah olah mereka seperti bangunan yang kokoh"

"...Dan ALLAH akan tetap menyempurnakan cahaya-Nya walau orang orang kafir itu benci...."

"Wahai orang orang yang beriman...jadilah kamu sebagai penolong penolong agama ALLAH...sebagaimana isa putra maryam berkata kepada kaum hawariyyin...Siapakah diantara kalian yang bersdia menjadi penolong penolong agama ALLAH??? berkatalah kaum hawariyyin itu...kamilah penolong penolong agama ALLAH..."


Kalau sudah begini...kenapa saya jadi malu ya??? walaupun bukan penyumbat atau penyambit dakwah tapi merasa belum banyak berkontribusi dalam dunia dakwah ini.
generasi salafussalih...dalam seusiaku sudah menjadi kesatria ksatria dakwah yang menggetarkan musuh musuh islam....


Mungkin saat ini yang saya bisa lakukan adalah...memencet tombol tombol keyboard ini untuk menulis.... sekecil apapun itu adalah secercah harapku untuk menggapai Ridho-Mu.....
Hmmm harus tetap semangat....Mulai dari hal kecil...mulai dari diri sendiri....
Chayo !!!!

Senin, 29 November 2010

berbagi tips memperindah bacaan al qur an kita

Tulisan ini saya buat dalam rangka keprihatinan saya dalam melihat bahwa tidak sedikit dikalangan aktivis dakwah yang tidak pandai membaca al qur an dengan baik. Padahal al qur an adalah sumber ilmu dan peletak dasar hukum bagi sendi sendi kehidupan kita. Bagaimana mungkin kita menyeru orang lain untuk kembali kepada al qur an kalau kita sendiri kurang taqarrub pada al qur an. Bagaimana mungkin kita mengenalkan keindahan al qur an kalau kita sendiri tidak bisa merasakan keindahannya ketika kita membacanya. Apalagi kalau bacaan kita yang tidak baik itu didengar oleh mutarobbi kita...kita terus asik membacanya padahal secara tidak disadari ternyata yang kita baca sebenarnya bukan kalam ILLAHI (karena bacaan kita salah). Bukan bermaksud untuk mengucilkan para aktivis yang punya segudang ghiroh dalam menegakkan panji islam...Tapi hendaknya kita punya azzam untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan bacaan kita setiap saat.


Sekedar sharing....hal pertama yang membuat saya tertarik dalam dunia tarbiyah adalah karena kelihaian murobbi saya dalam membaca al qur an. Entah kenapa setiap beliau membaca kalam kalam ALLAH...hati ini selalu bergetar...merasakan kedamaiannya...merasakan keindahannya. Sejak saat itu saya menilai bahwa kelihaian seorang da'i untuk bisa membaca al quran dengan baik adalah PENTING!!! dan saya berazzam untuk bisa membaca al qur an dengan baik.

Umar bin khattab masuk islam karena jatuh cinta dengan ketinggian dan keindahasan bahasa al qur an, abu sofyan dan abu jahal yang sebegitu membenci umat islam sering secara diam diam mendengarkan lantunan al quran yang dibaca oleh Rasulullah. Tahukah kita bahwa betapa banyak orang orang non muslim yang menjadi muallaf karena senang mendengar adzan....Lalu kenapa kita tidak menggunakan bahasa surga ini untuk menggugah kesadaran orang lain dari alam bawah sadar mereka?

Namun tentunya belajar al membaca al qur an bukan suatu proses yang sebentar...butuh ksabaran dan kontinuitas yang tinggi....saya sendiri butuh waktu bertahun tahun untuk bisa menyempurnakan bacaan saya...bahkan sampai saat ini pun masih berproses.

Untuk kali ini saya cuma mau share kepada teman2 yang kebetulan mampir ke alchemistcorner tentang satu pertanyaan yang seringkali teman2 saya tanyakan kepada saya dan selalu saya jawab dengan jawaban yang sama...mudah2an ALLAH menjauhkan saya dari sikap ujub dan riya' dan saya memohon ampun pada ALLAH jika saja ada terselip sikap sikap seperti ini dalam tulisan2 saya.


Teman teman saya sering bertanya bagaimana caranya untuk bisa membaca al qur an dengan alunan suara yang bagus dan enak di dengar. Sebenarnya gak pede juga menjawab pertanyaan ini karena saya bukan seorang yang ahli dalam bidang al qur an...bahkan hafalan pun masih "blang blentong". Tapi gak apa apa lah mudah2an sedikit tips dari saya bisa membantu teman teman yang ingin bisa menikmati bacaan AL Qur an dari lidah sendiri


Secara umum,

1. Faktor bahasa ibu sedikit banyaknya memiliki pengaruh pada pola bacaan qur an kita. Buat yang berasal dari daerah sumatera biasanya akan lebih mudah menguasai alunan bacaan qur an terlebih dahulu ketimbang tajwid. karena memang dialek orang orang melayu mirip dengan dialek orang orang arab sana (namanya juga keturunan). Lain halnya dengan orang orang jawa...mungkin akan lebih mudah menguasai tajwid terlebih dahulu ketimbang menguasai alunannya. Tapi bukan berarti gak bisa...insyaALLAH bisa walau harus berusaha lebih keras. Saran saya berusahalah untuk sering sering meniru dialek arab sebisa mungkin.

2. Saya punya satu kebiasaan sejak kecil dan mungkin saja ini ada pengaruhnya...ibu saya biasa memberikan sari jeruk nipis/jeruk lemon untuk saya dan minuman ini adalah favorit saya. Belakangan saya baru tau bahwa jeruk nipis adalah herba yang direkomendasikan oleh Rasulullah yang salah satunya berfungsi untuk memperindah suara dalam membaca al qur an.

3. Membiasakan diri untuk mau berlelah lelah dengan AL Quran. Kalau mudah putus asa atau lebih mementingkan rasa malu untuk belajar al qur an ...insya ALLAH gak akan pernah bisa sampai kapanpun.


Secara khusus,

1. Biasakan membaca al quran setiap hari walau tidak banyak tetapi konsisten untuk mempertahankan setiap tajwid yang telah kita ketahui. atau kalau perlu kita jadwal misalnya 1,5 jam setiap hari.

2. Biasakan membaca al qur an dengan suara yang terdengar oleh orang lain (bukan suara pelan). jangan membaca al qur an dengan menahan suara...lepaskan saja apa adanya. Gunanya adalah untuk belajar melatih nafas, membiarkan orang yang mendengar mengkoreksi setiap bacaan kita dan insyaALLAH setiap sudut ruangan dari tempat yang terdengar bacaan al qur an kita akan dijaga dari gangguan jin.

3. Coba dengarkan satu kaset murottal yang kita suka (kalau bisa speed bacaannya jangan terlampau lama dan terlampau cepat). Dengar dengan seksama untuk surat surat yang kita hafal. Tirulah bagaimana cara qori membacanya...nada bacaannya... tinggi rendah suaranya...liuk liuk bacaannya...panjang pendek nafasnya...sampai tajwidnya. Rekam didalam otak kita mulailah untuk meniru perlahan lahan kalau perlu sampai menghayati seolah olah kita adalah qori dari murottal yang sedang kita dengarkan....bayangkan dan rasakan....sampai kita benar benar faham dengan pola bacaannya. Dan mulai ikuti polanya untuk bacaan tersebut.

4. Belajar untuk membaca al quran dengan irama (walaupun jelek gak apa apa .... pede ajah....insyaALLAH kalau dilatih terus irama yang semakin indah akan keluar dengan sendirinya).

5. Tips termudah untuk mengasah kemampuan untuk membaca al aquran dengan irama yang baik adalah bacalah al quran dengan penghayatan yang baik...rasakan bahwa seolah olah kita sedang berbicara kepada ALLAH. Kalau kita tahu bahwa ayat ini sedih kita ikut menghayati kesedihannya...kalau ayat ini sedang gembira kita rasakan kegembiraannya... jadi...tidak lagi terjebak dalam sekedar memperhatikan tajwid bacaan al quran.

Misalnya kalau kita sedang mendengar alunan surat al ikhlas dari ustadz ali basyfar....bayangkan dan rasakan bahwa kita adalah seorang ali basyfar yang sedang membaca surat al ikhlas di depan ribuan jamaah...kita membaca dengan alunan yang indah...seolah ribuan malaikat sedang mencatat keindahan itu...kita membaca dengan begitu indahnya...dengan pengahayatan yang tinggi terhadap setiap makna yang terkandung dari surat al ikhlas...bahwa kita hanya mengEsakan ALLAH semata dan begitu takjub dengan kebesarannya (teknik ini adalah salah satu tips dari hipnoterapi untuk menjadi apa yang kita mau) insya ALLAH pelan pelan irama irama indah itu akan keluar dengan sendirinya.

5. Gerak mata membaca harus lebih cepat dari gerak mulut bersuara...agar bacaan kita semakin lancar. dan berusahalah untuk membaca al quran dengan nafas yang panjang,tenang dan teratur... dengan begini kita akan semakin mudah mengalunkan bacaan al quran tanpa harus terganggu dengan nafas kita yang pendek pendek.
Bagaimanakah cara melatih nafas yang panjang dalam membaca al qur an?
Saya sarankan untuk belajar membaca surat an Naas dalam 1 nafas. Tarik nafas yang dalam...keluarkan pelan pelan ketika membacanya...tetap jaga tartil. Kalau sudah sanggup pindah ke surat lain yang lebih panjang. Dengan begitu selain belajar bernafas panjang...juga kita akan mengetahui...jenis suara apa dan keluar darimana...yang paling cocok untuk kita ketika kita membaca al qur an.



Untuk teknis pembacaan

1. Saya pribadi memulai untuk memperbaiki bacaan al qur an dengan belajar mengatur ritme...panjang dan pendek suatu huruf, belajar membedakan mana yang 2 harokat, 4 harokat atau 6 harokat. Setiap hari saya konsisten untuk memperhatikan panjang pendek bacaan (walaupun saat itu tajwidnya masih belum benar) karena dengan mengatur panjang pendek bacaan al qur an...insya ALLAH bacaan kita akan lebih terarah dan paling tidak.... lebih enak di dengar oleh telinga telinga yang mendengar.

2. Setelah konsisten dengan pengaturan panjang pendek bacaan, dan saya rasa tidak punya masalah lagi dengan panjang dan pendek bacaan, saya mulai membenahi makhrajul huruf saya yang berantakan...jujur.. ini adalah fase terlama buat saya dan butuh kesabaran. bagaimana teknik mengucapkan huruf huruf dengan tepat butuh kejelian telinga dalam mendengar tutor yang melatih atau kelihaian lidah untuk menimbang nimbang apakah sudah benar atau tidak.

3. Selama proses memperbaiki makhrajul huruf kita juga bisa menyelingi dengan menambah pemahaman kita akan hukum hukum bacaan al quran.

Inti dari semuanya adalah KONSISTEN untuk memperbaiki dan menerapkan setiap bacaan sesuai dengan sebagaimana mestinya. Jangan malu dan jangan takut untuk mengeluarkan suara. Bacalah dengan penghayatan sesempurna mungkin.

Dan yang utama adalah memohon kepada ALLAH untuk selalu didekatkan hati ini kepada AL Qur an. Dimudahkan azzam ini untuk senantiasa mempelajarinya.


wallahu a'lam bishowab

Jumat, 05 November 2010

aku di sangka copet man…!!!

Kejadian ini...sebenarnya sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu...kayaknya bagus juga untuk di share disini

Malam yang bikin BeTe…

Bayangin aja man….gara2 nih kepala pusing.Aku gak sengaja nabrak bapak2 gendut botak yang baru keluar dari mobil.Eh…baru beberapa langkah…tiba2 tuh bapak2 manggil aku sambil marah2. Dia pikir aku ngambil dompetnya…

Jadi copet?????….IIIIIhhhhh…gak banget deh….Lagian tuh bapak2 gak liat apa aku kan pake jilbab, wah bisa turun pasaran, mana banyak orang lagi yang ngerumunin aku. Spontan aku jadi emosi…"EH PAK..SEMBARANGAN NUDUH2 ORANG…dari zaman nenek moyang saya gak ada turunan copet"(kalo jambret sih gak tau….).

Trus tuh bapak2 marah2 gazebo (gak zelas bow!!!) getoh…sambil ngancem mau bawa aku ke yang berwajib

Untung aja ada yang nengahin…"Pak coba liat di mobil siapa tau ketinggalan…".

Bener aje man…tuh dompet nyelip disela jok mobilnya.Aku nyerocos aja lagi…"Makanya pak kalo punya mata taro dikepala…jangan asal sembarang nuduh orang, emang lu kira enak dituduh sembarangan..?".

Tuh bapak2 kayaknya malu ma aku…en…dia nyodorin uang 100 rb ma aku sbg ongkos minta maap…."GAK…saya mau tuntut bapak atas nama pencemaran nama baik…"aku bilang aja gitu…Eh si bapak2 itu nambahin sodorannya jadi 2 rts rb."GAK…" .Tapi orang2 yang ngerumunin aku maksa aku biar damai aja…Ya udah ambil aja deh…lumayan….lagian aku laper…

Trus biez tuh aku ke J.CO donuts aja…donat kesukaan ku…apalagi yang almond (wu….).Apalagi gratis hi..hi…tentunya makin wwwuuueeeennnakk…

Tapi man…baru aja mau nyuapin tuh J.CO tercintaku ke mulut…(padahal udah nganga nih mulut…) Eh…tiba2 nyokap bangunin." Bangun…katanya mo sahur….".

"AAAAAGGGGGHHHHH……!!!!!" pengen teriak rasanya….karena aku kehilangan J.CO almond ku…hu…hu…..kesian kan…makanya aku BeTe

Minggu, 16 Mei 2010

The Power Of Kepepet...how wonderfull

Sekedar mengingat kisah masa smp dulu yang menegangkan namun kemudian menggelitik. Saya punya kebiasaan untuk selalu berjalan kaki bersama teman teman setiap pulang sekolah. Dan biasanya kami selalu melewati “perkampungan” orang orang kaya yang punya anjing banyak. Jujur saya itu rada takut sama binatang anjing jangankan yang herder anjing pudel yang keliatannya lucu aja…takut.

Suatu hari saya bersama dua orang teman saya nina dan herly sedang pulang sekolah….tiba tiba ada seekor anjing herder mengejar kami… tingginya setengah pinggang kami, dan lidahnya menjulur pula…Bikin saya makin takut aja. Spontan kami langsung lari terbirit birit….”anjiiiing….anjiiing…lariiiiiiiiiiii.” saya juga heran itu anjing kenapa gak di rantai yah…padahal ada tuannya disitu…pas tuh anjing ngejar kami si tuannya juga ikut ngejar tuh anjing….”blacky…blacky come here….!!!!!! blacky…blacky come here…!!!!!.”

Jadi di pinggir jalan terjadilah tragedi kejar mengejar, kami bertiga lari terbirit birit dikejar herder sementara yang punya herder lari sekenceng kencengnya ngejar si anjing. Orang orang yang nongkrong atau lewat dipingggir jalan yang ada bengong aja kali ngeliat aksi kejar mengejar ini….”guk guk guk guk guk…..!!! blacky blacky come here…..!!!! wuaaaaa….lariiiiiiiiii!!!!! ” tiga suara itu dah menggema kemana mana kali…... Kami belok kanan…si anjing ikut belok kanan…kami belok kiri si herder ikut belok kiri….pas ada tempat bersembunyi di belakang lapangan volley….kami buru buru sembunyi…tapi dasar herder …dia tau aja kalau kami sembunyi…kami pikir tuh herder gak akan nemuin kami…ternayat salah…”wuaaaaaaa……lariiiiiii….tuh anjing datang lagi…..” pas kami lari tuh herder juga ikut lari ngejar kami.terjadilah aksi kejar mengejar lagi….ada sekitar setengah jam-an kami lari larian di kejar anjing. Sampai pada akhirnya teman saya herly copot sepatunya….dia teriak teriak….”Sraaaaa…..sepatu gue copot….tungguin…”.saya bilang lagi…”saya juga takuuuuuttttt…….” Sambil terus lari….sementara teman saya nina sudah jauh di depan….Akhirnya teman saya herly terpaksa pasang sepatunya buru buru karena si herder semakin mendekat….and then….you know what????? ternyata teman saya di lewatin begitu ajah…..lah saya makin takut dong……karena itu berarti si anjing mau gigit saya….”haaaaaa……..” lari saya makin kencang…” si herly juga bingung….”loh koq gue di lewatin yah….haaaa….anjingnya mau gigit si isra kali nih kali yang kurusan….”. sementara saya lari makin kenceng…si anjing herder juga nambah tenaga untuk ngejar….and then….what happen next…karena saya juga terlampau capek….makin lama makin dekat……makin dekat dan akhirnya si anjing herder berhasil melewati saya dan lari kearah si nina yang sudah lari paling jauh…..saya bengoooong aja….wuah si nina mau diapain nih sama si herder ,sementara herly juga bingung…”hoooo si isra juga dilewatin…berarti si herder ini nyari nina yang gemukan…” kata nya herly…..sambil terengah-engah ditengah kejauhan, kami menyaksikan tagedi teman saya nina di kejar herder …..dan tidak di duga, kemudian si herder berhasil menyusul nina dan melewati beliau begitu saja….TERNYATA…..Haks!!!!! si anjing itu masuk rumahnya sendiri…saat sadar kalo endingnya begini kami bengooooooooong ajah…..trus bertiga ngumpul….and

langsung tertawa terbahak bahak sepanjang perjalanan pulang….

”hahahahahaha……wakakakakakakkkkkk sumpah…gila konyol banget sih kita….sialan tuh si anjing…tau tau nya masuk rumah sendiri….kalo tadi masuk America’s funniest home videos kita menang kali ya…..”

Hmmmmpppfffhhhh..kejadian paling konyol dalam hidup saya…sudah diliatin orang sepanjang jalan….ujung ujungnya ternyata tuh anjing cuma pengen ngajak main balap balapan.

Tapi tau gak…saya bener bener baru sadar bahwa ternyata kami ini punya potensi untuk jadi pelari cepat justru karena abis balapan sama anjing ….Coba aja bayangin dengan badan sekecil itu (karena waktu itu kami masih kelas 1 smp) kami bisa bertahan sampai setengah jam untuk lari dan gak terkejar oleh si anjing. Dan memang terbukti kalau lagi lomba lari kami gak pernah meleset dari tiga besar. And saat kelas tiga smp pun kami termasuk diantara beberapa siswa yang dipilih untuk mewakili sekolah dalam rangka lomba lari marathon sejauh 5 km dari monas sampai bendungan hilir.

Kalau mau diambil hikmahnya,

Pernahkah kita mengalami hal yang serupa tapi tak sama ?

Kenapa kita bisa melakukan hal yang luar biasa....disaat yang tidak biasa.....?

Jawabannya adalah yuk…kita belajar keluar dari zona aman…..dan disitu kita akan menemukan jawaban yang sesungguhnya.

Kisah saya ini, saya sebut dengan “the Power Of Kepepet”. Terkadang kita baru sadar bahwa kita ternyata memiliki potensi lebih, justru saat kita dalam keadaan terjepit. Kalau kita baca biografi orang orang besar yang memiliki kesuksesan yang luar biasa….biasanya mereka memulai kesuksesan itu dari keadaan mereka yang tidak enak. Justru karena mereka mencoba keluar dari zona aman….mereka baru benar benar memiliki ide ide cemerlang seolah olah mengalir begitu saja tanpa limit.

Ini yang disebut dengan kunci sukses….mana kala seseorang berani membuat keputusan demi keputusan besar demi mencapai mimpi mimpi yang mungkin saja tidak biasa dalam pandangan umum.

Apa sih definisi sukses itu ?????

Sebagian orang mungkin akan menganggap sukses itu kalau dia sudah menjadi bos besar di sebuah perusahaan...maka dia sukses. Ada juga yang bilang kalau dia bisa menjadi penyanyi terkenal...maka dia sukses.Ada juga yang lebih sederhana...kalau dia bisa membeli sepatu dengan merek tertentu..maka dia sukses. Standard sukses bagi setiap orang bisa jadi berbeda, Namun apapun definisi sukses buat kita, yang jelas menurut saya ada 3 hal yang harus kita ketahui kalau kita ingin menjadi sukses menurut pandangan kita.

  1. Syarat sukses adalah membiasakan diri untuk keluar dari zona aman. Seorang yang terbiasa hidup dalam zona tidak aman akan terbiasa untuk berfikir solutif dan kreatif. Percayalah bahwa pada proses ini biasanya kita akan benar benar menemukan keajaiban-keajaiban dalam hidup yang mungkin tidak akan pernah dirasakan oleh seorang yang selalu memilih untuk berada pada zona aman.

Bicara tentang zona aman saya selalu ingat kisah atom (teteup..:p). Bahwa yang namanya atom tidak akan pernah memiliki cahaya sebelum ia sanggup keluar dari zona amannya (berada dalam keadaan tidak stabil) kemudian ia melompat hingga melewati beberapa tingkatan energi sampai pada puncaknya dan ketika ia kembali menuju kondisi dasarnya....ia akan kembali dalam keadaan BERCAHAYA....dan cahaya itu adalah keajaiban hidup yang diperuntukkan hanya bagi atom atom yang mau keluar dari zona amannya......how wonderfull

  1. Rumus sukses adalah gagal+1. Seseorang tidak akan pernah menghargai sebuah kesuksesan sebelum dia pernah merasakan gagal. Bill gates dan Isaac newton pernah di drop out dari kampusnya. Thomas alfa edison sampai mencoba ratusan kali untuk membuat sebuah lampu. Mereka selalu yakin untuk berjalan selangkah demi selangkah dalam mewujudkan mimpi mimpi luar biasanya yang walaupun mereka sendiri tidak mengerti ujungnya akan seperti apa. Ibarat mobil yang ingin melakukan perjalanan jauh dimalam hari....orang sukses tidak selalu butuh lampu sorot yang bisa menyinari jalan sampai sepanjang jalur dia menuju tujuan akhirnya yang jauh itu. Dia hanya butuh lampu sorot sepanjang 2 atau 3 meter kedepan.untuk selanjutnya dia berjalan diatas keyakinan nya yang mendalam.

  1. Ciri orang sukses adalah selalu melakukan lebih dari orang lain pada umumnya.. Mereka terbiasa untuk melakukan hal diatas standard yang biasa dilakukan oleh orang lain. Kalau orang lain tidur 8 jam sehari maka orang sukses biasa tidur dua jam sehari. Kalau orang lain belajar 2 jam sehari maka orang sukses bisa belajar 3 sampai 4 jam sehari.

Kebangkitan islam pun juga tak luput dari jasa para sahabat nabi yang benar-benar keluar dari zona aman. Ada yang harus terusir dari keluarga, ada yang harus kehilangan ayah ibunya, ada yang harus ditimpa besi panas, ada yang harus diinjak sendal berpaku, ada yang dilempari batu dan kotoran, ada yang dipaksa kafir, ada yang harus meninggalkan kemewahannya. Mereka terusir....kemudian hijrah menuju tempat yang baru. Dalam pengungsiannya juga ada yang sakit karena belum terbiasa dengan perbedaan cuaca, ada yang meninggal karena tidak tahan. Kalau kita tarik sejarah kebangkitan umat islam, dia muncul disaat yang sangat terjepit.. Oleh yahudi di remehkan,oleh nasrani tidak diakui,oleh majusi mendapat ancaman yang luar biasa.Tetapi pada saat itu para sahabat tetap bertahan sehingga muncullah kesatria kesatria kharismatik yang begitu mengharumkan ummat islam bukan hanya sukses dalam kancah nasional tapi juga sukses dalam kancah internasional.

Dan jatuh nya islam justru ketika ummat ini sudah berada pada puncak kejayaannya.Ummat ini begitu terlena dengan zona aman berupa keharuman dan kebesaran nama islam di kancah internasional sehingga menjadi lupa bahwa Al Quran telah menerangkan siapa musuh dan siapa kawan bagi ummat ini. Terjadilah konflik internal diantara sesama kalangan ummat muslim sendiri. Kondisi ini pada akhirnya dimanfaatkan oleh musuh musuh islam untuk menghancurkan dien ini.

Namun,mengutip dari tausiyah tn Hj ismail (owner HPA international) satu hal terpenting yang wajib dimiliki orang sukses adalah teramat cintanya kepada ALLAH dan Rasul

(tulisan ini sekedar untuk menginspirasi saya dan mengingatkan diri ini untuk menjadi orang yang tidak mudah menyerah.....Man Jadda Wa Jada)

Sabtu, 14 November 2009

“NEGERI PARA BEDEBAH”



















oleh Adhie M Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor
menjatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan !

Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnat-tiba'a wa arinal bathila bathila warzuqnaj-tinaaba

Jumat, 12 Juni 2009

membentuk karakter anak

Baru abis baca tulisan mengenai flu babi dari Dr.Ali Al Hammadi di majalah tarbawi...hmmm. Kembali ujung-ujungnya aku bicara tentang sifat. Umat muslim begitu percaya makanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sifat seseorang. Meskipun belum ada pembuktian secara ilmiah tapi kita sebagai seorang beriman wajib tunduk dan percaya pada ajaran Islam. Kalo dipikir-pikir secara logika pernyataan ini bisa menjadi benar dan sangat masuk akal. Aku ingat ketika "ngobrol" dengan salah seorang sahabat ku yang kuliah di kedokteran. Bahwa yang namanya dokter ketika melihat bayi yang baru lahir dari panjang dan berat badan aja udah bisa nebak ini anak sifatnya seperti apa, apalagi kalau bayi tersebut prematur.
tapi kalau dihubungkan dengan akhlaq dan makanan.... ya bener juga sih, besar dan berat bayi kan juga awalnya ditentukan dari kondisi orang tuanya selama mengandung, apakah asupan gizinya cukup, apa yang dia makan, bagaimana pola makannya, bagaimana tingkat stressnya, dll. Subhanallah ya...ALLAH emang kasih clue kepada kita tentang segala penciptaannya. Ketika iman sudah sampai ke dasar hati sebetulnya kita tidak lagi membutuhkan penelitian dan statistik untuk membenarkan sebuah teori. Dan inilah sifat dasar ALLAH yang hanya bisa ditembus dan dipahami lewat mata hati.
Penelitian dan statisik hanya dasar untuk mempertegas logika dan ini yang membedakan antara sifat ALLAH dan ciptaannya. "Lam yalid walam yuulad.walam yakullahuukufuwan ahad"....tidak ada satu makhlukpun yang serupa dengan Dia. sifat ALLAH itu tidak terukur dan tidak butuh alat pengukur "ALLAHunuurussamaawati wal ardh" sedangkan sifat ciptaanNya selalu terbatas dan membutuhkan ukuran.

Bicara tentang sifat dan pembentukan karakter seorang anak...aku jadi inget sebuah buku yang berjudul bimbingan psikoterapi Islam. Awalnya aku beli buku ini buat mempelajari tentang bagaimana menjadi seorang therapis yang bukan cuma mengobati fisik yang sakit tapi juga mampu mengobati ruh yang sakit. Tapi ternyata isi nya jauh lebih menarik dari itu semua...kita diajak berfantasi memahami karakter orang bukan hanya dari sisi muamalah (seperti ilmu psikologi pada umumnya) tapi juga memahami karakter orang dari sisi hablumminallah (kedekatan pada ALLAH). Satu hal yang menarik dari cerita di buku ini adalah ketika seorang pasien curhat kepada penulis buku ini tentang kondisi anknya yang selalu melawan orang tuanya. Betapapun nasihat telah dilontarkan bertubi-tubi ternyata tidak ada yang masuk dan menyentuh hati sang anak. Dengan santai si penulis mengajak orang tua tersebut untuk mereview ulang sepak terjang kehidupan mereka. Apakah mereka memulai sebuah pernikahan dari niat yang benar? Apakah ketika menikah kedua orangtua dalam kondosi ridho? Bagaimana sikap mereka terhadap orang tua? Bagaimana pasca menikah...apakah memiliki konsep pendidikan terhadap anak yang jelas? Bagaimana selama ini mereka mendidik anak-anak...apakah sudah sempurna menurut tuntunan islam? Makanan dan pakaian halal kah yang mereka berikan? dan pertanyaan-pertanyaan lain yang pada akhirnya membuat muka orangtua tersebut memerah karena menahan malu. Bagaimana mungkin menginginkan anak sholeh kalau pola pendidikan tidak sholeh, padahal sekolah pertama buat seorang anak adalah rumah dan kedua orang tuanya.

Aku yang baca aja sedikit tersentak (padahal aku sendiri belum nikah ya hehee...) apalagi yang ngerasain ya... Ternyata memang gak gampang jadi orang tua...menjadi pendidik seumur hidup yang akhirnya hasil didikannya akan dipertanggungjawabkan hingga akhir kelak. Membutuhkan kekuatan ruh yang luar biasa dan itu membutuhkan pembiasaan-pembiasaan sifat baik dan arif yang seharusnya sudah dipupuk jauh sebelum pernikahan itu dimulai. Itu sebabnya Lukman Al Hakim selalu menasehati anaknya untuk selalu bersyukur terhadap kedua orang tuanya karena memang jadi orang tua itu gak gampang. Hikmahnya agar kelak kita pun menjadi orang tua yang disyukuri oleh anak-anak kita (hehehe.... sok tua banget yah).

udah ah...kalau udah ada ide dilanjutin lagi ^_^

Minggu, 31 Mei 2009

hari ini 28 tahun yang lalu

Hari ini tepat 28 tahun yang lalu seorang wanita meringis menahan sakit...pertaruhkan nyawa demi sebuah nyawa. Harap-harap cemas menanti takdir ALLAH yang akan tercatat pada nasib seorang jundi kecil apakah kelak ia benar-benar akan menjadi jundi ALLAH yang setia atau sebaliknya.

"Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wazurriyyaatinaa qurata a'yun waj'alnaa lil muttaqiina imaama". Sebuah doa yang tak pernah lepas dari mulut wanita tersebut dalam setiap usai shalatnya menjadi bukti harap terhadap jundi kecilnya bahwa dia kelak harus memboyong kedua orangtuanya untuk menuju syurga ALLAH nan Maha luas.

oeeeek....oeeeek...oeeeek tangis seorang jundi memecah keheningan malam yang semula sepi. Senyum bahagia, takbir dan hamdallah saling bersambut dari orang-orang yang berada disekitarnya tak peduli
isak tangis seorang jundi yang seolah menggambarkan bahwa dia sadar akan tugas barunya memikul amanah ALLAH menjadi khalifah di muka bumi setelah 9 bulan merasa nyaman didalam kantung rahim yang terjaga penuh dan tak perlu peluh. Lantunan adzan memasuki telinga kanan dan iqomat ditelinga kiri menjadi ijab qabul yang indah seorang jundi terhadap Tuhannya bahwa dia adalah seorang muslimah. "Asyhadu bi anna muslimuun" dan jundi itu adalah aku.

ya ALLAH ajari aku untuk berterimakasih kepada kedua orang tua ku yang telah mendidik aku untuk menjadi manusia yang takut dan hanya takut kepada-Mu. Terimakasih ya ALLAH atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tua ku.

Jumat, 01 Mei 2009

belajar dari seorang pengamen

Kenapa ya...tiba2 aku jadi inget pengamen yang pernah aku temuin dulu jaman kuliah....sepertinya aku harus lebih banyak belajar dari orang-orang seperti mereka. Jadi ceritanya waktu itu aku lagi nungguin temen yang lagi beli makan malem di sebuah warung tenda di pinggir jalan margonda. Tiba-tiba muncul seorang pengamen bertopi yang menyanyikan lagu ebiet g ade. Lagunya lumayan bagus...petikan gitarnya juga halus... menyihir belasan pengunjung warung tenda itu untuk larut dengan tenggelamnya malam secara tidak disadari.

Setelah beliau selesai menyanyikan lagu tersebut...beliau mengangkat topi dan mulai berkeliling kepada setiap pengunjung warung tenda, meminta sedikit saja dari kelebihan rezeki yang sedang mereka nikmati saat itu. Tapi ternyata tidak seorang pun yang memberinya uang termasuk aku karena memang saat itu aku benar-benar gak bawa uang. Sekilas aku melihat kekecewaan pada wajah pengamen tersebut. Tapi sebentar kemudian dia berusaha untuk menutupi kekecewaannya dan bernyanyi warung tenda sebelah kami.

saat itu aku berfikir...sanggupkah aku menjadi dia? yang terus berjalan walau harus dihantam penolakan dengan berbagai alasan (entah karena pengunjungnya gak punya uang lebih, dicuekin karena ngobrol, atau memang pengunjungnya bener-bener pelit)

tapi pengamen itu begitu tegar...dia begitu sanggup untuk menerima penolakan. dia begitu sanggup untuk merendahkan harga dirinya di depan orang banyak. dia begitu sanggup untuk susah, sakit dan kecewa.

Sementara aku...aku begitu sanggup untuk menjadi seorang sarjana...aku begitu sanggup untuk menjadi orang sukses aku begitu sanggup menerima kenyataan hidup itu mudah....sanggupkah aku menjadi dia? Sebetulnya pengamen itu justru lebih hebat dari aku karena pastinya diapun juga sanggup untuk menjadi sarjana, menjadi bos besar di sebuah perusahaan mewah, menjadi orang penting, sanggup untuk hidup layak. Tapi ternyata dia lebih cerdas memaknai hidup dari pada seorang aku yang sebentar-sebentar mengeluh.

Saat itu aku begitu menyadari bahwa secara tidak disadari sebenarnya aku telah menjadikan dunia menjadi thagut dalam diriku..dan perenungan tentang beliau ternyata menjadi cambuk buat diriku sendiri.

tapi kenapa ya... akhir-akhir ini aku merasa begitu nyaman dengan kondisi ku...begitu banyak kemudahan yang ALLAH berikan kepadaku. Bukan aku tidak bersyukur...tapi aku takut jatuh dan terlena dengan kondisi ini, lebih parah lagi kalau aku menjadi takut terhadap masalah.
Sepertinya aku harus banyak merenung yah...ada apa dengan diriku...semoga ALLAH tidak menakdirkan aku seperti abu lahab yang taubatnya tidak diterima oleh Rasul dan para khalifah. Kalaupun ALLAH menakdirkan aku untuk tetap jatuh aku berharap diriku seperti abu darda yang kembali lagi merengkuh cinta ALLAH dalam kenikmatan menjadi zuhud diantara gelimang harta yang dimiliki setelah ia tertipu beberapa saat.


Ah...ALLAH...ajari aku untuk memaknai semua ini


Ketika semua jalan mulai terbuka...Nilai sebuah tantangan menjadi terasa tak bermakna...ALLAH ajari aku untuk bertahan walau seribu pujian menghantam keikhlasan...





Rabu, 24 Desember 2008

Seni Melukis Hidup

2 hari yang lalu...silaturahim ke rumah salah seorang saudaraku...ngobrol ngalor ngidul lah...dari hal gak penting sampe hal yang paling penting. Enaknya sih karena beliau punya pengetahuan islam yang cukup dalam walaupun kita beda prinsip. Satu hal yang paling menarik dalam sebuah pembicaraan adalah ketika saya melontarkan sebuah pertanyaan...bagaimana cara kita untuk mengetahui kondisi baik atau buruknya akhlaq seseorang. Beliau menjawab simpel...tetapi memiliki makna yang dalam buat aku. Lihatlah perilakunya...apakah dia santun terhadap orang tuanya...dan bagaimana beliau bercerita tentang orang tuanya...apa saja yang diceritakan...dan disitulah kita bisa mengetahui akhlaq seseorang. Subhanallah ...satu pemikiran yang tak terpikir olehku selama ini, karena aku selalu berfikir bahwa orang yang baik itu pasti shalat malamnya tiap hari...pasti shalat subuhnya gak pernah kesiangan. tapi aku baru kepikiran bahwa apa yang kupikirkan selama ini adalah sesuatu yang bersifat habluminallah dan itu adalah rahasia dia dengan Allah. Tapi habluminnnaas adalah sesuatu yang kasat mata bisa terlihat jelas dihadapan kita.

Sebagai seorang pemuda adakalanya kita menganggap yang tua itu kolot dan berfikiran pendek. Padahal mereka adalah orang-orang yang telah merasakan asam garam kehidupan. Seringkali kita meremehkannya padahal kalau kita mau menurunkan ego kita...kita bisa banyak belajar dari pengalaman mereka.
Kemudian pembicaraan berlanjut dari santun kepada orang tua...menuju santun terhadap shalat...ya Allah...rasanya tak habis ilmu yang ku terima hari itu dan menjadi pelajaran yang bermakna.Beliau bilang seorang yang santun terhadap orang tua biasanya juga bisa santun terhadap shalatnya. Entah bagaimana hubungannya...aku tidak tidak bisa menguraikan satu persatu...tapi yang jelas pendapat beliau ada maksudnya.

Jadi inget hadist Rasul...mungkin ini ada hubungannya. Rasulullah pernah bersabda bahwa kondisi setiap anak yang dilahirkan adalah bagai secarik kertas yang putih dan orang tuanyalah yang akan memberikan warna apakah anak ini akan menjadi majusi...nasrani...atau yahudi...Mungkin yang diceritakan saudaraku adalah orang tua yang shalih ya?

Bicara tentang warna...aku sebetulnya hobi melukis dan menggambar...bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk berada didepan kanvas atau kertas. Tapi disitulah nikmatnya melukis. Melukis buat aku adalah seni memainkan warna...seni berekspresi maka seperti yang tadi sudah aku katakan bahwa tak heran kalau yang namanya pelukis sampai mau meluangkan waktunya berjam-jam hanya untuk menghadirkan sebuah sensai lukisan yang perfect dan bermakna.

Dalam kehidupan inilah yang disebut sebagai sibghotullah (celupan Allah) artonya seni melukis kalau kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari...Subhanallah luar biasa. Kualitas hidup kita ditentukan dari kelihaian pelukisnya yaitu, kedua orang tua kita dari mulai kita usia nol sampai baligh...dan diri kita sendiri dari mulai baligh sampai meniggal. kalaupun lukisan kedua orang tua kita belum sempurna...hendaknya kita lah yang menyempurnakan itu.

Warna...yah kualitas sebuah lukisan juag ditentukan oleh permainan warna dari sang pelukis. Adakalanya sang pelukis tidak mendapatkan warna yang diinginkannya, dan disitulah kecerdasan dan talenta seorang pelukis di uji. Seperti hidup tak selamnya "lempeng" ada putihnya...ada hitamnya...ada merahnya...ada kelabunya...Apa yang seharusnya kita lakukan?

Di sinilah sebetulnya pelukis -pelukis kehidupan dituntut untuk bisa bermain dengan cantik...membuat sesuatu yang buruk menjadi baik dan hidup....kita buat judul lukisan kita menjadi "Seni Melukis Hidup".
Jangan sekali-kali kita mengutuki tentang warna hidup kita...karena kita harus sadari bahwa hitam terkadang menjadi sesuatu yang membuat lukisan menjadi hidup, coklat menjadikan lukisan terlihat elegan, hijau menjadikan lukisan lebih alami.Semua warna yang tercampur dalam satu wadah kanvas kehidupan saling bersinergi membuat lukisan yang mahal dan bernilai.

Ada satu lagi yang akan memnentukan nilai lukisan kita...adalah kualitas pewarnanya. Betapa indahnya lukisan kita...betapa lihainya diri kita dalam melukis...kalau pewarnanya mudah sekali luntur akan menjadi tidak berarti...bukankah kita ingin seperti leonardo da vinci? yang lukisan nya tak lekang di makan waktu? (ini dalam bentuk dzahir)tapi dalam bentuk kehidupan ya...kita bisa lihat sejarah para sahabat rasul...salafussalih yang keilmuan mereka tak lekang di makan zaman...jasa mereka terkenang sepanjang waktu...pujian Allah untuk meraka abadi sepanjang dunia dan akhirat kelak.
Bisa gak ya...aku seperti itu...masih jauh kayaknya...

wallahu a'lam

Jumat, 28 November 2008

tausiyah bangun tidur

Hmmmmpfffh....sebuah kejadian yang....gimana ya?
hati ku dan perasaanku belum sepenuhnya sadar...tapi mata dan otakku sudah sadar. Maklum baru bangun tidur...dan dalam proses mengumpulkan nyawa (he...he...)
ketika aku mau beranjak dari tempat tidur tiba-tiba badan ku gak bisa bergerak.Perasaanku sepertinya aku sudah bangun tapi otak dan mata ku bisa menangkap kalau aku sebenarnya belum beranjak dari tempat tidur.Aku mencoba mengangkat tanganku...kukibaskan di depan muka... perasaanku aku sudah mengangkatnya tapi ternyata mataku tahu kalau aku belum mengangkat tanganku...Aduh kenapa ini?
Berkali-kali aku mencoba bangkit dari tempat tidur tapi gak mampu...dalam kondisi seperti itu aku mencoba mengingat-ingat apa yang belum aku lakukan. Ah... sepertinya aku belum baca doa bangun tidur...ya udah..ku baca doa bangun tidur "Alhamdulillahilladzi.....". terus ku coba lagi untuk bangkit dan beranjak dari tempat tidur...aku masih gak bisa walau perasaanku mengatakan kalau aku sudah beranjak dari tempat tidur "astaghfirullah...ada apa ini?"dalam hati ku bertanya...Tapi aku tahu aku gak boleh begini dengan bismillah ku coba untuk menggerakkan sekujur tubuh sebisa yang aku lakukan.
"brukkkkk!!!!" alhamdulillah ternyata bisa juga...tapi apa yang terjadi...saat pertama kali aku bergerak...aku merasa ada sesuatu yang lepas dari tengkuk leherku...dan membuat tubuh bagian belakangku menjadi dingin.
Kemudian aku duduk....sambil beristighfar aku pegang tengkuk belakangku....hmmmmppffffhhh. ya Allah kenapa ya? tiba-tiba aku inget hadist nabi yang mengatakan ketika seorang hamba Allah bangun dari tempat tidurnya sebetulnya ada 3 ikatan yang terlepas dari dirinya...Allah...apa ini yang disebut 3 ikatan itu ya? wallahu a'lam bishowab. Aku melirik pada jam di handphoneku...sebenarnya masih 20 menit dari biasanya aku bangun pagi....kemudian aku merebahkan badanku lagi...tapi aku teringat kejadian yang barusan...hiiiii...aku jadi takut...dan menyegerakan diri untuk ke kamar mandi....
Setelah kejadian itu aku jadi merenung...bahwa ternyata antara otak...mata dan hati bisa menjadi begitu tidak singkron.Banyak orang cerdas tapi hatinya mati...sehingga walaupun kedua mata ini mampu melihat dan menjadi saksi...tetap saja buta untuk mengungkapkan kebenaran. Astaghfirullah...apa aku begitu ya? aku jadi teringat sebuah anekdot cerita dari seorang guru sekaligus sahabatku...

Suatu hari ada seorang pedagang kain...beliau kerap kali menjual kain-kain mahal dengan kualitas atas sehingga yang bisa membeli cuma orang-orang yang memang punya kelebihan harta. Kemudian lewatlah seorang saudagar yang kaya raya... saudagar itu memang sedang mencari kain terbaik...karena memang saudagar ini begitu menyukai kain-kain mahal dengan kualitas atas. Melihat kain yang dijual si pedagang kain ini...saudagar itu begitu tertarik dan langsung membeli kain-kain mahal beliau dengan tanpa pikir panjang.
Sesudah itu dengan bangganya saudagar kaya ini memamerkan kain-kain mahalnya kepada para tetangga...dan orang-orang di sekitarnya.Hari demi hari saudagar kaya ini memamerkan kepada siapapun.Sampai pada suatu hari...beliau menemukan sebuah kecacatan pada kainnya...bolong kalau di perhatikan dengan jeli. Spontan si saudagar menjadi marah karena merasa ditipu...Kemudian ia kembali kepada pedagang kain tersebut dan mengembalikan kain yang telah dibelinya.
Kemudian pedagang kain ini menangis ... Saudagar kaya bertanya..."kenapa kamu menangis?".
"Saya ingat amalan saya...." jawab si penjual kain.Saudagar kaya menjadi heran...apa hubungannya kain dengan amalan...Kemudian si penjual kain menjawab. "Tahukah saudaraku...betapa sebetulnya aku ini selalu menjaga setiap amalanku...shalatku...ibadahku...apapun yang Allah dan Rasulnya perintahkan...itu pula yang aku lakukan...tapi aku gak pernah tahu...bagaimana sebetulnya nilai diri ku dihadapan Allah. Apakah ada kecacatan dalam amalanku...apakah ada rasa sombong dan riya...yang terselip di diri ini? Boleh jadi aku dan orang-orang yang berada disekitarku mengganggap diriku begitu baik. Tapi Allah Maha jeli...bahkan tak ada satu daun pun yang gugur melainkan Allah mengetahuinya. Aku takut...ketika Allah menemukan kecacatan diriku...Allah menolak semua amalanku...seperti apa yang anda lakukan terhadap kain-kain yang saya jual. Mengembalikan semuanya tanpa tersisa....terbang dan hilang seperti debu yang tertiup angin".
Mendengar penjelasan penjual kain ini...saudagar kaya menjadi tercenung...dan memutuskan tidak jadi mengembalikan kain-kain yang telah dibelinya. Tapi kejadian ini justru membuat pedagang kain tersebut semaikn menangis dan menangis lebih keras lagi...saudagar kaya bertanya lagi..."apa yang sedang ada dalam pikiranmu?". Pedagang kain menjawab..."inilah yang sebetulnya aku harapkan dari Allah kekasihku...betapapun Allah yang Maha jeli tahu sebesar apa cacatnya diriku...Allah mau mengampuniku, pura-pura tidak tahu kecacatanku...dan menerima sekecil apapun amal perbuatan baikku...Aku cuma bisa berharap pada ridho dan belas kasih-Nya". Demi mendengar kalimat-kalimat yang keluar dari mulut si pedagang kain ini...saudagarpun menjadi menangis...dan mereka tenggelam dalam tangisan khauf dan raja'


ya Rabbi...hamba benar-benar masih jauh dari sempurna...dan gak tahu...seperti apa diriku di hadapan-Mu apakah sudah baik...atau cuma seonggok makhluk berhati busuk yang mengaku baik.Walau diri ini tak kunjung sempurna...namun aku adalah seorang hamba yang berusaha untuk menjadi baik...
ya Rabbi...ampuni sebesar apapun kebohonganku dihadapan-Mu...
Ridhoi sekecil apapun amalanku...
ya Allah....anta Murobbi...tsabbit quluubana 'alaa diinika.


Jumat, 07 November 2008

16 ooooooohhhhh.....!!!!

Baru aja 3 minggu yang lalu aku curhat sama Allah bahwa sepertinya ku lagi kena penyakit hubuddunya...dan kepingin banget rasanya cerita sama guru ngaji...eh ternyata belum sampe aku cerita pas lagi ngaji, guru ngaji ku kasih materi tentang hubuddunya :) teguran langsung...tanpa harus cerita bla...bla...bla...(emang bashirohnya guru ngaji ku bagus kali ye...ngerti aja kalo aku lagi "error").
Tapi gak cuma sampai disitu....tiba-tiba aja temenku qori ngajakin aku belajar talaqqi setiap sabtu ba'da subuh di daerah bangka.
Wuiiiihhh...seneng banget tentunya...karena aku sendiri belum pernah belajar tahsin sebelumnya (pernah deng...cuma 2 bulan) dan ...he..he..rada jarang getoh...maen-maen ke bangka.
But...you know? siapa yang mengajar dan siapa saja yang diajar ?
yang mengajar adalah seorang ustadzah hafizhoh 30 juz yang sangat zuhud...yang walaupun gak punya uang beliau rela menanggung hidup 16 mahasiswi LIPIA yang gak punya biaya asalkan mau menghapal quran.Belajarpun gak di tagih bayaran.
Deg....!!! badanku jadi lemes dengernya... gak cuma sampai disitu fren...ternyata yang 16 orang penghafal quran itu adalah yang cikal bakal menjadi teman-temanku untuk belajar talaqqi. Deg lagi...!!! itu artinya kehidupanku kedepan aku bakalan punya 16 temen-temen zuhud (pengafal quran kan biasanya zuhud). "16 cing !!!".Dikasih langsung sama Allah untuk dicontoh. Hmmmmmppphhhf....aduh apa aku bisa ya ngimbangin mereka? satu juz aja aku masih belepotan...jadi malu. Secara...aku sendiri dapet julukan dari temen kantorku sebagai akhwat moderat dan demokratis. Entahlah apa aku harus bangga atau justru sedih dengan julukan ini...

Tapi terlepas dari itu semua...Allah itu baik banget yah...negur aku bukan dengan memberi langsung...tapi dengan memberi jalan untuk aku cari sendiri jawabannya.....makna zuhud yang sebenarnya.16......16......16...... oooooooohhhhhhh!!!!! gimana nyontohnya?

Jumat, 08 Agustus 2008

warisan paling berharga

Sejenak mengulas titik balik kehidupanku....Sewaktu aku masih SD, bapakku pernah mengajakku mengkhayal tentang masa depan. Beliau bilang...nanti kalau papa, mama sudah tua mereka gak mau capek lagi tinggal nunggu memetik hasil dari anak-anaknya. Beliau bilang maunya menghabiskan masa tua dengan hanya bermain-main dengan cucu :) (he...he...ada-ada aja ya pemikiran bokap gue).

hmmmm....siapa yang nyangka ya...di usiaku yang sekarang ternyata aku sudah tidak punya orang tua. Bapakku menghadap Allah saat aku kelas 2 SMA. dan satu setengah tahun yang lalu ibu ku menyusul karena penyakit kanker rahim yang dideritanya . Tapi paling tidak aku masih lebih beruntung di banding teman-teman ku yang tidak pernah tahu wajah ayah dan ibu nya. Aku lebih beruntung karena walau pertemuan ku dengan mereka cukup singkat tapi segala nilai yang mereka tanamkan pada diriku begitu kuat tertancap didalam diri ini. Bapak dan ibuku tidak meninggalkan warisan banyak ketika menghadap Allah. Cuma ilmu dan prinsip hidup...

Tidak lama sesudah ayahku tiada, toko tempat sumber penghidupan kami habis terbakar, di tambah lagi dengan adanya beberapa penghianatan dari sepupu dan anak buah bapakku (yang menghambur-hamburkan harta warisan kami untuk judi dan main perempuan). Kondisi ini semakin membuat kami terpuruk. Tapi ada hal yang aku syukuri karena hikmah dibalik ini adalah memang disinilah sebenarnya titik balik kehidupanku.
Aku yang terbiasa menerima....harus belajar untuk mencari. Aku yang terbiasa meminta harus belajar untuk memberi. Dari mulai menghadap kepala sekolah untuk mengajukan keringanan biaya sekolah, sampai jualan dikampus untuk cari biaya kuliah dan yang agak elite dikit ngajar privat. Disini juga sebenarnya aku mulai mendalami ajaran islam lebih intensif. Lebih rajin sholat dhuha, mulai mau membaca terjemah al qur an dan mulai luluh untuk mau pake jilbab (walaupun untuk itu aku juga harus berjuang keras dan mendapat tantangan keras dari berbagai pihak). Tapi ini yang membuat aku semakin kuat...semakin berprinsip .

Harus kuakui bahwa sebenarnya aku mewarisi 2 jiwa dari kedua orang tuaku. Jiwa wirausaha dari ayahku dan jiwa religius dari ibuku. Sebuah perpaduan yang menurutku sempurna...untuk bisa membuat ku bertahan menjalani kehidupan hingga saat ini. Aku menganggap ini adalah warisan sebenarnya yang telah mereka berikan kepadaku. warisan berharga yang bahkan lebih berharga dari pada segunung emas.

Walaupun mungkin belum sesempurna mereka dan belum seperti apa yang mereka impikan. (Sebenarnya masih banyak harapan mereka yang belum bisa aku tunaikan karena keterbatasanku). Aku selalu berharap semoga orang tuaku ridho terhadap diriku dan mau memaafkan segala kesalahanku dan semoga Allah membimbingku untuk dapat menjadi apa yang mereka cita-citakan. Rabbi...pertemukan kami didalam syurga-Mu...hanya itu yang kuimpikan.

Allah karim..........syurga begitu layak untuk mereka



Senin, 04 Agustus 2008

Futur.....

Ramadhan sebentar lagi....tapi kenapa ya? sepertinya aku merasa masih jauh...ya Allah kesibukanku ternyata secara tak sadar membuatku lupa dengan-Mu. Selama sibuk di PON aku jadi orang yang susah banget bangun di malem hari (kelewat nyenyak) walaupun alarm handphone udah teriak-teriak di kuping, tilawahku???, dzikirku???, shalat sunnahku??? lalu apa yang tersisa dari hatiku?
ya Allah sepertinya aku harus mereview dan mengecek kembali segala rapor merah dalam ibadahku. Akankah ku biarkan diri ini belum siap untuk menyambut ramadhan tercinta?
Allah...Harus ku renungkan kembali bagaimana caraku mencintai-Mu.
Terkadang aku rindu suara kecipuk air di malam hari, suara yang selalu membuatku bangun dan kembali bersemangat untuk Qiyamullail karena gak mau kalah sama ibuku.

Rabbi...ternyata benar apa kata murobbiku...jikalau ada satu aja ibadah rutin kita yang kita tinggalkan...niscaya akan berimbas pada ibadah-ibadah yang lain...jujur kondisi begini gak enak banget untuk aku...ruh ku tersiksa ya Rabb...aku rindu saat-saat aku bisa menangis di hadapan-Mu....sendiri...di sepertiga malam...aku rindu untuk bisa menikmati lantunan tilawah ku sendiri.

Rabbi...jangan Kau biarkan aku sendiri. Menapak tanpa petunjuk-Mu.
Tunjuki aku ya Allah...tegurlah aku jikalau memang aku salah...
Rabbi ajari aku cara untuk mencintai-Mu
Aku malu pada-Mu ya Rabb....

Rabbana...yaaa rabbana.....dzhalamna anfuusanaaa...wa illam taghfiirlanaa... watarhamna...lanakuunananna minalkhaasiriin...

Jumat, 30 Mei 2008

MIMPI

Bicara tentang mimpi....semua orang harus punya mimpi. Mimpi membuat hidup kita lebih bersemangat karena ada sesuatu yang diharapkan, lebih terarah karena memiliki target. Hidup tanpa mimpi berarti mati. Ibarat orang yang sedang berenang di tengah samudera, seorang yang memiliki tujuan akhir, bisa mengukur seberapa jarak antara dia dengan pulau yang dituju nya.Sehingga dia bisa mempersiapkan bekal yang harus dia bawa,strategi yang harus dia lakukan untuk mencapai tujuannya. Lain halnya dengan orang yang tidak memiliki tujuan, pada akhirnya ia akan merasa lelah dan mati dalam keadaan terombang-ambing, tidak jelas karena dia tidak tahu kemana harus melangkah. Semoga Allah masih memberikan kesempatan dan kemauan kepada kita untuk membuat dan mewujudkan mimpi.

Terkadang aku menganalogikan hidup ini bagaikan permainan monopoli. Dalam permainan ini setiap kita punya mimpi untuk menjadi orang kaya. Serunya lagi setiap kita melempar dadu, kita gak pernah tahu apakah dadu yang akan kita lempar adalah dadu keberuntungan untuk kita atau justru kerugian.Tapi itulah fitrahnya permainan monopoli, mau tidak mau kita harus melempar dadu, suka tidak suka kita harus melangkah walaupun penuh resiko. Bagaimana mungkin menjadi orang kaya tanpa melempar dadu dan bagaimana mungkin menjadi orang kaya tanpa melangkah. Bahkan setiap orang kaya dalam permainan monopoli juga pernah ketimpa sial, bayar pajak tanah, bayar karena berhenti ditempat pemain lain, masuk penjara, tapi tidak pernah kapok untuk melangkah...

Yah...itu semua karena mimpi...

Rasulullah SAW adalah seorang yang juga memiliki mimpi, sebuah impian terbesar untuk mengabarkan Islam pada dunia.
Nabi Ibrahim juga memiliki mimpi untuk menjadikan ka'bah sebagai tempat yang ramai dikunjungi orang.
Nabi Musa juga memiliki mimpi untuk membebaskan bani isra'il

dan mereka semua mewujudkan itu dengan cara yang tidak mudah...

Siapapun harus bermimpi, karena ia adalah bagian dari sunnah para Rasul.

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa mungkin saja kita pernah berhenti dari mimpi kita, membuang jauh-jauh harapan hidup kita dan tidak pernah berharap untuk bermimpi kembali...Lalu kenapa itu bisa terjadi? Sepertinya...ada beberapa hal yang membuat hal itu bisa terjadi :

1. Kita tidak PeDe.
Padahal PeDe adalah modal awal untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita. Kita merasa diri kita begitu lemah, takut gagal, takut di hina, takut ditertawakan. Dan semua ketakutan itu berawal dari satu kata yaitu "MIND SET". Pernahkah kita merenungkan tentang kisah perjalanan hidup kita sendiri? Ketika kita masih berada di alam arwah, jasad kita masih berupa sperma yang menjijikkan. Kemudian ketika tiba saatnya kita dan ribuan sperma (calon manusia) lainnya diperintahkan Allah untuk menyerbu satu sel telur. Disitu kita dan ribuan calon manusia lain saling berkompetisi untuk menjadi manusia baru. Kompetisi yang begitu ketat, sehingga hanya satu sel sperma yang paling berkualitaslah yang mampu untuk memenangkannya. Dan itu adalah kita.... . Lalu ketika kita lahir, tidak ada satupun yang bisa kita lakukan kecuali menangis. Kemudian seiring berjalannya waktu kita belajar bergerak, merangkak, berdiri, berjalan dan berlari. Kita tidak pernah kapok untuk mencoba walaupun kita harus terjatuh. Sadarkah kita bahwa sebenarnya kita adalah seorang pejuang? Kita adalah seorang juara, kita bukan pecundang.... Seorang bayi tidak pernah kapok untuk berusaha berjalan karena MIND SET yang ada di dalam dirinya adalah MAMPU seorang bayi tidak pernah mengenal kata gagal.Sekedar mengutip kalimat dari orang-orang bijak...
- Ketika kita ingin menjadi seorang juara...maka lakukan apa yang tidak bisa kita lakukan...
- Ketika kita mengatakan TIDAK BISA maka sebenarnya kita sedang kehilangan kesempatan untuk menjadi BISA.

2. Kita tidak punya target hidup yang jelas
Padahal fitrah dari hidup ini selalu mempunyai lintasan arah. Coba kita renungkan kejadia penciptaan Allah.Bukankah semuanya penuh dengan keteraturan yang sangat luar biasa. Apa yang ada dilangit dan dibumi semua bergerak menurut lintasannya masing-masing. Punya arah dan punya target, Kalau tidak begitu mungkin semua jadi hancur karena harus bertabrakan satu dengan yang lainnya. Diawal tulisan saya bercerita tentang seorang yang berenang ditengah samudera. Pada hakikatnya sebagai seorang muslim ada hendaknya kita memiliki dua target utama didalam hidup. Yaitu target kita sebagai Abdullah wa Amatullah, dan target kita sebagai Khalifatullah. Untuk mencapai dua target utama ini kita perlu merancang, memenangkan dan mengevaluasi target-target kecil didalam hidup kita.

3. Kita begitu mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar
Adakalanya lingkungan tidak mendukung keinginan kita...atau justru karena lingkungan kita tidak pernah tahu bahwa sebenarnya kita memiliki bakat luar biasa. Akhirnya kemempuan kita mengendap begitu saja jauh didalam alam bawah sadar kita tanpa kita pernah menyadari bahwa menutup segala mimpi sebenarnya merupakan suatu pembunuhan terhadap karakter diri. Adakalanya kita harus bisa menjadi orang tuli yang tuli dari segala input negatif dari luar tentang diri kita. Atau menjadi orang buta, yang buta untuk melihat kecacatan diri. Menjadi orang bisu yang bisu dari segala keluh kesah. Namun bukan dalam artian bahwa kita tidak boleh merenung dan mencari tau kelemahan kita...Tapi semua kita lakukan semata untuk menjadi orang PeDe dan tidak berlindung di balik kelemahan kita.

Mungkin sesekali kita perlu untuk membuat suatu hentakan dalam hidup...

Agar kita menyadari....betapa hebatnya diri kita....

Allah...inilah hamba-Mu yang juga memiliki impian...
Bantu hamba ya Allah...untuk mewujudkan semua nya.
Hamba ingin sekali ada sesuatu yang dapat hamba banggakan
ketika jasad ini harus mempertanggung jawabkan segalanya
dihadapan-Mu.


bersambung....

Jumat, 08 Februari 2008

Terimakasih Allah

Bahkan dalam keletihan pun para da'i tetap tersenyum dan penuh semangat,karena apa yang ditunaikannya menjadi bermaknanya hidup, bermanfaatnya ilmu dan bertambahnya amalan. So jangan pernah berhentiuntuk menyebarkan kebaikan dan jangan pernah ragu untuk melangkah agar menjadi bukti bahwa diri ini masih sanggup memperjuangkan setiap ladang dakwah yang diberikan.Allah beserta orang-orang yang sabar.Keep istiqomah
(from : Ana, thanks ukhti)

Tausiyah ini diberikan sahabatku tepat disaat aku sedang memiliki beberapa amanah dan memang sangat butuh tausiyah untuk membangkitkan ruhul jadid.Seperti air yang mengalir di daun yang kering... begitu menyejukkan.Karena memang aku baru memulai langkahku kembali setelah sekian lama vakum dari dunia dakwah.

Tausiyah ini seperti mengajak aku untuk mereview indahnya ukhuwah islamiyah sewaktu aku masih kuliah...FMIPA UI kan memang dikenal sebagai pesantrennya UI. Aku merasa bahagia dengan segala kegiatan yang ku miliki...yah sampai sekarangpun aku masih mengenangnya...saat bersama-sama dengan sahabat-sahabatku meneruskan estafet dakwah kampus dari generasi terdahulu....walaupun tak sedikit dari sahabat-sahabatku yang pada akhirnya pergi meninggalkan jalan ini. Dan Allah masih memberikan semua nikmat ini kepadaku hingga sekarang...dan mudah2an untuk selamanya (amiiin)

Terimakasih ya Allah...untuk memberikan aku jalan hidayah, kedua orang tua yang bijaksana, saudara-saudara yang baik, sahabat-sahabat yang saling mencintai karena Allah, murobbi yang hebat karena selain memiliki dedikasi yang begitu tinggi pada dakwah juga begitu
open minded,
Terimakasih untuk segala nikmat yang Engkau berikan.