Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2011

Perjalanan



Pada keheningan malam aku bertanya kepada bintang...
apakah yang disebut dengan cahaya...
Hanya untuk menegaskan apa arti percaya...

Aku berdiri dipersimpangan...
Terpaku dalam kebimbangan...
Hanya secarik peta langit yang mengajakku berfantasi...
Tentang misteri gugusan rasi...

Sesungguhnya aku hilang tanpa arah...
tak tau kemana harus melangkah...

Dan pada sepertiga malam...
aku masih berdiri dipersimpangan...
Tenggelam dalam ketidakmengertian...
Tengadahku kepada langit...bertanya tanya...
Apakah artinya cahaya...jika masih menyisakan gelita...

ALLAHumma Anta Murobbi...

Rabu, 28 April 2010

PUISI RINDU UNTUK IBU

Dua tahun telah terlewati N kini memasuki tahun k-3,,
Tak terasa engkau pergi...
Terasa terkadang hampa membekap di diri
Rasa ini tak kan kupungkiri lagi...
Pabila sendiri sunyi,,,,,kuteteskan air mataku,,,,,

Ibu,,,,,jasadmu memang t'lah bersatu dengan bumi
Tapi jiwamu masih hidup dalam sanubariku,,,,
Walau kadang samar menjelang,,, tapi raut wajahmu
Selalu membayang dikalbu anakmu ini,,,,,
Ibu,,,,,sekarang aku t'lah b’tambah dewasa,,,walau tak kau saksikan itu
Ibu,,, terkadang sesal menyesak didadaku,,,,
Saat akhir hayatmu,,,, aku belum berikan kebanggaan padamu
Aku terlalu sibuk ,,,Bu,,,,sibuk dengan ke-aku-an ku
Maafkan aku Bu,,,maafkan anakmu ini,,,,

Ibu,,,,ku tersadar saat kau t'lah jauh pergi
Saat denyut nadimu yang terakhir terasa bergetar di genggam tanganku
Bu,,,,,saat itu ku berharap satu hal,,, engkau hanya pura2 saja
Tak benar2 tinggalkanku,,,, tak benar2 berpisah denganmu
Tapi itu hanya mimpi siang bolong... untuk otak se bodoh aku
aku sadar Bu,,,,,tiada yang abadi di dunia ini
tapi,,,, aku ingin selalu dalam peluk kasihmu,,,,
Dan aku sangat membutuhkan dirimu,,,,tuk selalu sandarkan hatiku selain pd Rabb ku,,,
Ibu... semoga sekarang dapat kau saksikan anakmu ini,,,
Kini t'lah belajar banyak untuk menjaring umur yang semakin berkurang,,,
Semua itu atas didikan darimu Ibu,,,,,

Ibu,,,,jangan risaukan aku ya Bu...
Anakmu ini sekarang ingin membahagiakan dirimu
Dengan apa saja yang bisa diraihnya...
Semata,,,,sebagai persembahan yang tertunda,,,,bagimu,,walaup
un hanya melalui do’a
Semoga Engkau slalu bahagia di sisiNya,,,,,,,,,,,,






















4 my beloved mom,

(dikutip dari renungan dan kisah inspiratif)

Rabu, 31 Maret 2010

Renungan Indah - W.S. Rendra

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milik-ku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukum bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"....

(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas ranjang Rumah Sakit)

Jumat, 16 Oktober 2009

Masihkah Al Qur an itu Kita Baca ?

Masihkah Al qur an yang bertengger di sudut kamar itu kita baca?

Kita mulai hari kita dengan gairah untuk menciptakan syurga dunia, lantas kita pun menggelinding seperti "buldoser". Semua kita bikin rata, necis dan klimis. Semua kita bikin bersih, benderang, kokoh dan anggun. Setelah itu kita ceburkan diri kita ke...selokan.

Masihkah Al qur an yang bertengger di sudut kamar itu kita baca?

Kita mulai hari kita dengan basmallah. Lantas Allah kita penjarakan dalam kerangkeng emas. Kita 'dikte' Allah semau kita, dan kalau Allah gak mau, kita seperti merasa sangat siap untuk memaksa-Nya

Masihkah Al qur an yang bertengger di sudut kamar itu kita baca?

Kita berjalan, memetik dan menyantap setiap buah khuldi yang bukan kita tanam.
Kita tertawa, mabuk dan terkapar dalam rintih yang panjang.
Kita ini sebetulnya sakit, tapi tak pernah mau mengaku bahwa diri kita ini sakit
Kita ini sebetulnya gila, tapi selalu merasa sangat waras
Kita ini sebetulnya sudah jauh tersesat, tapi merasa yakin berjalan lempang
Kita ini sebetulnya sedang bunuh diri, tapi masih berani gembar gembor sedang membangun.
Kita ini sebetulnya bajingan, tapi selalu tampil sok suci.
Kita ini kecil dan selangkah kemudian kita 'penyek'

Masihkah Al qur an yang bertengger di sudut kamar itu kita baca?

Mungkin kita sudah terlalu lama melupakannya, bahkan mungkin sudah kita anggap tak ada, kita sibuk dengan segala hal yang kita anggap penting. Kita memang sudah lama bingung sejak Al Qur an kita museumkan.Kita memang selalu gamang dalam menghadapi segala urusan, sehingga setiap langkah yang kita ayunkan selalu menimbulkan korban.

Selalu lebih mudharat ketimbang manfaat !!!

Lantas kapan kita akan baca lagi Al Qur an ? setelah sadar bahwa kita sedang berlumpur dalam kubangan?

Kamis, 15 Oktober 2009

Fitrah Cinta

Sungguh kita tak pernah tau kemana akhir perjalanan kita.
Masa depan adalah ghaib,
dan itulah cara Allah mencintai hamba-hambaNya,
memberikan kejutan demi kejutan,
agar kita merasa takut dan harap,
agar kita merasa sedih dan gembira.
Semata untuk mengajarkan kita akan arti cinta yang sebenarnya.
Allah begitu bahagia dengan luapan emosi di setiap pencarian kita yang ujungnya adalah Dia.

Oleh karena bukti cinta adalah kecenderungan,
maka fitrahNya sebagai raja menginginkan kita untuk bergantung hanya padaNya.
Dia yang memerintahkan kita untuk menghadapkan wajah ini secara lurus kepadaNya,
agar terbukti siapa diantara kita yang benar benar tulus mencintaiNya,
dan siapa pula diantara kita yang mencintai hanya sekedarnya.

Dan oleh karena fitrah cinta adalah memilih,
maka Allah yang Maha mencintai pun akan memilih yang terbaik diantara hamba-hambaNya.
dan siapakah yang terbaik diantara hamba-hamba Nya?
ialah dia yang mencintai ALLAH dan rasul Nya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri...

"Yaa ayyatuhannafsul muthma innah irji'ii ilaa rabbiki raadhiyatammardhiyyah. Fadkhulii fii 'ibadii wadkhulii jannatii '

Semoga kita adalah hamba yang terpilih itu

Kamis, 27 Agustus 2009

Satu Pintaku

Satu pintaku Ya Allah
Berikan aku kenikmatan manisnya iman

Dalam mengarungi susah dan senang kehidupan
Dalam melakukan ketaatan dan pengorbanan

Dengan mensyukuri jalan hidayahMu
Dengan mensyukuri nikmat karuniaMu


Dalam sabar menghadapi fitnah
Dalam sabar menghadapi musibah

Dalam menjalani ibadah
Dalam menjalani amanah

Dalam mengokohkan keluarga
Dalam mengokohkan agama

Untuk mempersembahkan sholatku
Untuk mempersembahkan hidup dan matiku

Dalam berhimpun bersama para pembawa kebenaran
Dalam mengorbankan harta dan jiwa pada kebenaran

Dengan hati yang mudah bergetar saat disebut namaMu
Dengan hati yang tenang saat mengingat namaMu

Dengan lisan yang mudah melantunkan ayat-ayat cintaMu
Dengan khusyu saat berdiri, ruku dan sujud kepadaMu

Satu pintaku Ya Allah
Berikan aku kenikmatan manisnya iman

Dengan menghilangkan kesombonganku
Dengan menghilangkan kemalasanku

Dalam melawan hawa nafsu yang menggoda
Dalam melawan dunia yang menggoda

Sehingga merasakan dariMu jalan mudah
Sehingga merasakan dariMu jalan barokah

Dengan jiwa kepadaMu yang takut dan harap setiap saat
Dengan jiwa kepadaMu yang hidup dan penuh semangat

Dalam menanti janji ampunanMu
Dalam menanti janji pertolonganMu
Dalam menanti janji surgaMu

Satu pintaku Ya Allah
Berikan aku kenikmatan manisnya iman

Untuk meraih mulia
Untuk meraih taqwa

Dari lapar dan haus shaum Ramadhanku
Dari rasa peduli dan sodaqoh Ramadhanku

Dari sholat dan syiar Ramadhanku
Dari bait do'a dan zikir Ramadhanku

Satu pintaku Ya Allah
Berikan aku kenikmatan manisnya iman
Selama hidupku ..
Sampai kematianku ...


(by :Yayan Suyanto)

Senin, 06 Juli 2009

Do'a

Ya ALLAH tetapkan azzam ini dalam berjuang di jalan Mu,
Memurnikan ketaatan pada Mu,
Menjunjung tinggi syari'at Mu
dan Mengikuti sunnah rasul Mu

Berikan kepadaku kebaikan yang terus mengalir tiada henti-hentinya
Jika setiap langkah yang ku torehkan ini akan menghantarkan ku pada keridhoan Mu,
mudahkan aku ya ALLAH untuk total berjuang didalamnya
dan menjadikannya sebagai amalan yang kelak akan ku banggakan di hadapan Mu

ALLAH ikhlaskan hati ini untuk mampu memberikan apapun yang Engkau cintai
Rindukan diri ini untuk syahid di jalan Mu
Betapapun banyak harta ku, Betapapun banyak ilmu ku dan betapapun sehat badan ku
Tiadalah arti semua itu jika tidak ku gunakan untuk bermujahadah menggapai ridho Mu.
Takdirkan setiap ilmu, setiap harta dan setiap sisa usiaku menjadi arti bagi peradaban ummat ini.
Sekecil apapun itu adalah secercah harapku untuk dapat menatap indahnya wajah Mu

Wahai dzat yang cintaNya melebihi langit dan bumi,yang kasih Nya tiada bertepi.
Kepada Mu jua diri ini kan kembali, maka kembalikan aku dalam kecintaan yang penuh terhadap Mu.
Hanya pada Mu aku berharap dan hanya pada Mu ku sandarkan segala urusanku
Laa ilaaha illa anta...la haula walaa quwwata illa billaah

---amiiin ya rabbal 'alaamin---

Kamis, 26 Maret 2009

Untukmu Generasi Harapan Islam

Wahai saudaraku sekalian...
Ketahuilah bahwa hidup ini bukan hanya perputaran siang dan malam
bukan hanya pergantian lapar dan kenyang, ada dan tidak
bukan hanya pilihan antara suka dan tidak suka, cinta dan benci
bukan hanya aktualisasi emosi dan nafsu, kerakusan dan kekuasaan
Hidup ini jauh lebih dari sekedar itu!!!

Wahai saudaraku...
Ketahuilah bahwa kemuliaan itu mahal dan kerendahan itu hina,
Ketinggian itu berat dan kenistaan itu murah,
Ketahuilah bahwa hidup ini menjadi tak berarti tanpa perjuangan
Dan perjuangan akan sia-sia tanpa kebenaran
Perjuangan dinilai dari pengorbanan dan pengorbanan ditentukan oleh keikhlasan
Cinta membutuhkan pembuktian dan pembuktian tak akan berarti tanpa ketulusan

Wahai pemuda-pemudi islam...
Apa yang bergemuruh di dadamu?...Apa yang bergulat di otakmu?
Apa yang bergolak di emosimu?...Apa yang terobsesi di mimpimu?
Kepalanmu masihkah kencang?...Sorot matamu masihkah tajam?
Teriakanmu masihkah lantang?...Idealismemu masihkah menjulang?
Semangatmu masihkah membara?...Jiwamu masihkah perkasa?

Wahai pemuda...
Aku tantang engkau untuk berlari, mendaki, setinggi apa engkau mampu?
Aku tantang engkau untuk bekerja, berpetualang, sehebat apakah engkau?
Aku tantang engkau untuk menghadapi badai, seteguh apakah kakimu berpijak?
Aku tantang engkau untuk mengarungi samudera, sebesar apakah kesabaranmu?
Diantara sekian banyak kesedihan dan kekhawatiranku
masih ada secercah harapan 'kan terwujud
Kita bisa menjadi satu untuk menuju Yang Satu

***

Ya Allah maafkan kesalahan kami dan ampunilah dosa kami
Satukanlah hati dan langkah kami. Curahkanlah rahmat dan inayah-Mu kepada kami
Ya Allah hanya kepada-Mu aku sandarkan semua harapanku
Aku adukan segala keluh kesah dan kelemahanku
Engkau Maha Mengetahui isi hati hamba-Mu
Rengkuhlah aku dalam cinta dan kasih sayang-Mu

al faqir ilallah

Kamis, 19 Februari 2009

Sesal



Di hadapan Nya aku tergugu


Setiap aksara yang kurangkai menjadi mati tiada makna

Hanya tetesan air yang mampu ku bulirkan dari sepasang mata yang sembab...


Sesengguk isak tangisku mencuci sebongkah hati

Luluh lantakkan segala pongah

Tersungkur di lautan sujud

Terjerembab di jurang sesal


Wahai malu kemana harus ku sembunyikan wajah ini?

Dihadapan Nya aku tertunduk tanpa arti

Segala topeng yang ku renda hilang tiada bentuk...

Remuk redam bersama jiwaku yang lapuk


Allah ajari aku untuk mencintai Mu...

agar aku dapat mencintai apa apa yang Engkau cintai...

Sepenuh hati....sepenuh raga...

Jumat, 16 Januari 2009

Letter from palestine

Letter From Palestine

I don't know what they want
as I'm just a poor little girl
Living alone no more sisters nor brother



My friend
I always remember when took my parents
That group of strangers to me to worry not
That my parents would be back to me
But not to this day do I ever see



My friend
Now that I've nothing to carry, no to worry
That I find no more of mother's affection
Nor father's smile saying "hi sweetie"
But I still have hope though faint as it is





To whom shall I turn for help?
will anybody listen to my whining?
I am just a poor little girl, one of the many
who will only live of tha aids of humanity

Jumat, 09 Januari 2009

nice words


Ikhlas itu bagaikan semut hitam diatas batu yang hitam di malam yang kelam. Berwujud tetapi sulit dilihat

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Kebaikan itu menyinari wajah, menyilaukan cahaya jiwa, membuka pintu rizki, menguatkan tubuh danmenambah cinta dalam hati.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Saudaraku mari luruskan niat, membina umat,menggapai hidayah. Mantapkan langkah kita di jalan berliku yang penuh perjuangan. Biarkan debu-debu menjadi saksi, peluh dan darah menghias diri. Tetapkan hati ini untuk setia pada ikrar, mengusir setiap ragu, melaju, menderu tanpa jemu, runtuhkan barisan musuh-musuh kita!!! Tautkan jiwa-jiwa kita hingga meraih kemenangan atau kesyahidan sejati.Percayalah bahwa Rabb kita Maha menepati janji

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidaklah islam akan semakintegak kecuali oleh jundi-jundinya yang tsabat dijalan yang semakin mendaki, sempit dan sepi. Hanya satu yang membuat mereka dapat bertahan adalah karena mereka ingin lekas berjumpa dengan Rabbnya... Tetaplah istiqomah... Kadang kesendirian adalah cara Allah untuk mendekat pada hambaNya... Mari kita sama-sama belajar dan belajar untuk ikhlas meniti jalan ini, jangan biarkan setitik 'kecewa' membuat langkah ini surut apalagi terhenti ...

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabar itu ada 3 macam, sabar menjalani musibah penderitaan, sabar mengerjakan ketaatan, sabar meninggalkan kemaksiatan

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Selangkah ke alam perjuangan berarti selamanya dalam kepahitan. Biarlah menangis, terluka kecewa karena Allah. Daripada mati tanpa mujahadah. Kita tak sanggup selamanya terluka, tapi ingatlah setiap tetesan darah dari luka dan air mata itulah mahar kita menuju syurga. Bila ditanya kenapa perjuangan itu pahit? jawabnya karena syurga itu manis. Semoga diri kita senantiasa tabah dalam perjuangan di jalanNya

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Terkadang Allah hilangkan sekejap matahari, kemudian didatangkan guruh dan kilat. Puas kita mencari di manakah matahari berada...rupanya Allah ingin hadiahkan kita PELANGI.
Sabar dan tabah menyikapi cobaan

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Kemuliaan Manusia Dalam pandangan Allah tidak diukur berdasarkan postur tubuh yang sempurna, harta yang banyak, keturunan yang baik, Pangkat yang tinggi dan kekuasaan yang luas di dunia, namun di tentukan oleh kemuliaan jiwa yang menghuni raganya. Jiwa yang bersinar karena Iman didalam dada. Jiwa yang semangatnya senantiasa tetap membara dan sanggup memberikan apapun yang terbaik untukNya. Jiwa yang merindukan syurga karena Disitu ia akan berkumpul bersama para kekasihNya

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Allah fitrahkan hati kami dengan selaksa cintaMu. Bersama secuil nurMu yang meluruh di raga kami. Izinkan kami untuk bersimpuh dipintuMu. Menjadi manusia baru yang tak pernah jenuh mencintaiMu

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi, dalam kekurangan harta ada kekayaan jiwa, dalam kesempitan hidup ada keluasan ilmu. Hidup ini indah jika segalanya karena Allah.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Cinta kepada Allah adalah bagaikan pohonkurma yang akarnya menghujam dalam kedasar bumi, memanjang dan berakhir pada oase.Hal itu membuatnya kokoh dan tetap memberi manfaat walau disekelilingnya adalah gurun yang gersang

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya Allah jaga sahabat dakwahku, kuatkan pancang kakinya dijalanMu, kuatkan jasadnya dengan anugerahMu, kuatkan ruhnya dengan ruhMu, buat ia tersenyum sehingga di syurga kelak kami bisa bertemu

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Sesungguhnya orang-orang yangberiman adalah yang jika diingatkan dengan ayat-ayat Kami, mereka menyungkur sujud dan bertasbih memuji Tuhannya, lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa dengan penuh dan harap, serta menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Allah ambillah kesedihan saudaraku, bahagiakan hatinya dengan mengenalMu. Berkahi langkahnya dengan anugrahMu, mudahkan kesulitannya dan sayangi dia seperti Engkau menyayangi hamba-hambaMu yang sholeh, sungguh aku mencintainya karenaMu

Selasa, 02 Desember 2008

EPISODE KANGEN

Izinkan Aku

Pada puisi….

izinkan aku ayah…

bercerita tentang ragam rasa yang menghujam…

saat desis syahadatain…

terucap payah dari bibirmu…

Betapa hampa menusuki diri…

membuncahkan kepasrahan…

saat sosok gagah yang kukenali…

kini begitu rapuh dihadapan-Nya

Ingin ku menggugat takdir…

tetapi apa daya…

hanya buah keikhlasan yang mampu kosodorkan…

Pada hujan yang membasahi pilar nisan-Mu…

izinkan aku ayah…

menjemput tausiyah terakhirmu…

yang terselip diantara kamboja yang meranggas…

"Bahwa hidup hanyalah sementara…

Berbekallah untuk tujuan sebenarnya"

Teruntuk 30 Novemberku nun jauh disana…

Harapkan kebahagiaanmu

Peluk cium sayang…

ananda…

satu rindu

Hujan…

Ingatkan aku tentang satu rindu

dimasa yang lalu…

saat mimpi masih indah bersamamu…

terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih

terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan…

kau ibu…oh ibu…

Allah izinkan aku bahagiakan ia

meski dia tlah jauh …

biarkanlah aku berarti untuk dirinya..

oh ibu…oh ibu…

kau ibu…

terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih

terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan…

kau ibu…

terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih

terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan

kau ibu… oh ibu …kau ibu…

Hujan….

Ingatkan aku tentang satu rindu …

di masa yang lalu …

saat mimpi masih indah bersamamu…

kau ibu… kau ibu…

Allahumaghfirli waali waalidayya warhamhuma kamaarabbayaani sigharah…

Ya..Allah ampuni kedua orangtuaku, sayangi keduanya sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil.

Sayangi keduanya sebagaimana Engkau menyayangi Hamba-hamba-Mu yang shaleh. Semoga Engkau memberikan kesanggupan pada-Ku untuk dapat membahagiakan mereka hingga hari akhir kelak.


I just wanna say happy b day to my mom

Sabtu, 22 November 2008

aku malu....

Hati ini begitu rindu...
Mengintip-Mu penuh pesona...
Namun aku malu ...
Karena ku sadar, bahwa aku manusia bersimbah salah.

Tak pantas rasanya ku mengadu...
Sementara sebongkah hati ini tak kunjung terbasuh air mata taubatku.
Bahkan seberkas nurani yang Kau hadiahkan pun,
tak pula ku sulutkan pada jiwaku yang temaram

Aku malu...ya Allah.
Mengharap titian muara tanpa tepi.
sementara diri ini masih saja terlena dalam sepi.
Sengajakan diri bermain-main dengan murka-Mu.

Aku memang malu...
tapi ku tahu kasih-Mu tak berbatas ruang dan waktu...
Walau diri ini begitu malu...
ku sadar bahwa aku begitu membutuhkan-Mu

Selasa, 11 November 2008

tasbih sekeping atom

Dan tiba-tiba aku merasa jengah....
menjadi limbung, terhempas diantara tingkatan energi
aku berlari...melompat...
tereksitasi...dari satu maqam ke maqam yang lain
mencari kesejatian diri
maknai cinta sejati

kemudian aku menjadi luruh
menjelma dalam wajah yang lain
zuhudkan diri diantara berkas cahaya...
berpendar...berfluoresensi
dan kemb
ali aku menjadi kosong...kosong dan kosong

Rabu, 27 Agustus 2008

Suatu Saat Dalam Sejarah Cinta Kita

Suatu saat dalam sejarah cinta kita,
Kita tidur saling memunggungi
Tapi jiwa berpeluk-peluk
Senyum mendekap senyum

Suatu saat dalam sejarah cinta kita,
Raga tak lagi saling membutuhkan
Hanya jiwa kita sudah lekat menyatu
Rindu memeluk rindu

Suatu saat dalam sejarah cinta kita
Kita hanya mengisi waktu dengan cerita
Mengenang dan hanya itu yang kita punya

Suatu saat dalam sejarah cinta kita
Kita mengenang masa depan kebersamaan
Kemana cinta kan berakhir
Disaat tiada akhir

by: Anis Matta

Jumat, 16 Mei 2008

khusyu'

Sepi menegur diri...
Ketika masa khatam kan cinta
terhempas...satu demi satu...

Berbasuh sunyi aku menghibur hampa...
Lenakan diri dalam gelombang alpha...

Bersama Cahaya diatas cahaya...

(innallaha maa anaa)

Jumat, 11 Januari 2008

Karena Cinta

Kemana lagi hendak kulangkahkan kakiku ini?
Masih adakah bumi tempatku berpijak?
Atau sisa langit yang harus ku junjung?

Di padang dunia aku mengembara...
Berkelana mencari cita...
Menoreh jejak....
Menyusuri takdir yang tak kunjung hadir...

Adakala gunung harus ku tanjaki...
Tak urung jatuh kedasar lembah...

Allah, kalau bukan karena cinta...
lelah, aku menapak...

Insan beriman tak pernah mengeluh...
Insan beriman percaya bahwa semua pasti ada akhirnya...
Insan beriman selalu berdoa dan berikhtiar...
Insan beriman tidak pernah putus asa...
(tausiyah from : Rujiani, thanks ukhti...)

Rabu, 02 Januari 2008

MUHASABAH

Robbi,
Aku malu menghadap-Mu...
Karena aku tau betapa banyak dosa yang terpoles di wajah ini...
Betapa banyak cumbu rayu semu yang menyeretku kian jauh dari-Mu
Aku malu menatap-Mu
Walau lewat kerling sudut mataku
Karena aku tau betapa banyak nista yang kubiarkan lewat dipandanganku
Menjual mimpi harapan palsu
dan semakin terlena ku terbuai melupakan-Mu

Robbi,
Sungguh aku malu tuk tega berdiri dihadapan-Mu
Karena aku tau betapa angkuh dan aniayanya aku
merasa diri begitu besar dan sempurna
sehingga syukurku jatuh limbung diterjang nafsu kesombonganku

Tapi ya Robbi,
Biarkan aku malu dan menyesali masa lalu
tuk mulai arif menghitung-hitung setiap detik yang kian membentang
yang mungkin masih Kau sisakan untukku
Biaskan cakrawala baru tuk mengubah kelam hidupku

Biarkan aku malu ya Robbi,
Dipenghujung malam yang hening milik-Mu
dalam tangis dan munajatku yang paling bening
Biar kutumpahkan segala rasa
Diatas sajadahku yang penuh air mata

(icha, cimanggis 99)

Kamis, 27 Desember 2007

KITA....

Tak ada jalan bagi manusia untuk bersikap sombong dan takabur.
Karena kita hanya berasal dari setetes mani yang akan berakhir menjadi bangkai yang menjijikkan dan hidup dengan sekujur tubuh yang berisi kotoran.

Kemuliaan bagi kita justru karena kita menyadari kekurangan dan kelemahan kita dihadapan Allah.
Ingatlah akan datang suatu hari dimana kita mempertanggungjawabkan apapun yang kita lakukan dan takkan pernah pernah tertukar amal sedikit apapun.
Semua akan kembali kepada pembuatnya.
Ingatlah hari pembalasan yaitu hari yang tidak pernah dirugikan orang yang berbuat kebaikan.

(Tausiyah dari sahabatku parti...:)