Senin, 24 Mei 2010
tabiat dakwah
Memang seperti itu dakwah.
Dakwah adalah cinta.
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu.
Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi
dari godaan kefuturan.
Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.
Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.
Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan
pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(Ust Rahmat Abdullah)
Minggu, 16 Mei 2010
The Power Of Kepepet...how wonderfull
Sekedar mengingat kisah masa smp dulu yang menegangkan namun kemudian menggelitik. Saya punya kebiasaan untuk selalu berjalan kaki bersama teman teman setiap pulang sekolah. Dan biasanya kami selalu melewati “perkampungan” orang orang kaya yang punya anjing banyak. Jujur saya itu rada takut sama binatang anjing jangankan yang herder anjing pudel yang keliatannya lucu aja…takut. Suatu hari saya bersama dua orang teman saya nina dan herly sedang pulang sekolah….tiba tiba ada seekor anjing herder mengejar kami… tingginya setengah pinggang kami, dan lidahnya menjulur pula…Bikin saya makin takut aja. Spontan kami langsung lari terbirit birit….”anjiiiing….anjiiing…lariiiiiiiiiiii.” saya juga heran itu anjing kenapa gak di rantai yah…padahal ada tuannya disitu…pas tuh anjing ngejar kami si tuannya juga ikut ngejar tuh anjing….”blacky…blacky come here….!!!!!! blacky…blacky come here…!!!!!.”
Jadi di pinggir jalan terjadilah tragedi kejar mengejar, kami bertiga lari terbirit birit dikejar herder sementara yang punya herder lari sekenceng kencengnya ngejar si anjing. Orang orang yang nongkrong atau lewat dipingggir jalan yang ada bengong aja kali ngeliat aksi kejar mengejar ini….”guk guk guk guk guk…..!!! blacky blacky come here…..!!!! wuaaaaa….lariiiiiiiiii!!!!! ” tiga suara itu dah menggema kemana mana kali…... Kami belok kanan…si anjing ikut belok kanan…kami belok kiri si herder ikut belok kiri….pas ada tempat bersembunyi di belakang lapangan volley….kami buru buru sembunyi…tapi dasar herder …dia tau aja kalau kami sembunyi…kami pikir tuh herder gak akan nemuin kami…ternayat salah…”wuaaaaaaa……lariiiiiii….tuh anjing datang lagi…..” pas kami lari tuh herder juga ikut lari ngejar kami.terjadilah aksi kejar mengejar lagi….ada sekitar setengah jam-an kami lari larian di kejar anjing. Sampai pada akhirnya teman saya herly copot sepatunya….dia teriak teriak….”Sraaaaa…..sepatu gue copot….tungguin…”.saya bilang lagi…”saya juga takuuuuuttttt…….” Sambil terus lari….sementara teman saya nina sudah jauh di depan….Akhirnya teman saya herly terpaksa pasang sepatunya buru buru karena si herder semakin mendekat….and then….you know what????? ternyata teman saya di lewatin begitu ajah…..lah saya makin takut dong……karena itu berarti si anjing mau gigit saya….”haaaaaa……..” lari saya makin kencang…” si herly juga bingung….”loh koq gue di lewatin yah….haaaa….anjingnya mau gigit si isra kali nih kali yang kurusan….”. sementara saya lari makin kenceng…si anjing herder juga nambah tenaga untuk ngejar….and then….what happen next…karena saya juga terlampau capek….makin lama makin dekat……makin dekat dan akhirnya si anjing herder berhasil melewati saya dan lari kearah si nina yang sudah lari paling jauh…..saya bengoooong aja….wuah si nina mau diapain nih sama si herder ,sementara herly juga bingung…”hoooo si isra juga dilewatin…berarti si herder ini nyari nina yang gemukan…” kata nya herly…..sambil terengah-engah ditengah kejauhan, kami menyaksikan tagedi teman saya nina di kejar herder …..dan tidak di duga, kemudian si herder berhasil menyusul nina dan melewati beliau begitu saja….TERNYATA…..Haks!!!!! si anjing itu masuk rumahnya sendiri…saat sadar kalo endingnya begini kami bengooooooooong ajah…..trus bertiga ngumpul….and
langsung tertawa terbahak bahak sepanjang perjalanan pulang….
”hahahahahaha……wakakakakakakkkkkk sumpah…gila konyol banget sih kita….sialan tuh si anjing…tau tau nya masuk rumah sendiri….kalo tadi masuk America’s funniest home videos kita menang kali ya…..”
Hmmmmpppfffhhhh..kejadian paling konyol dalam hidup saya…sudah diliatin orang sepanjang jalan….ujung ujungnya ternyata tuh anjing cuma pengen ngajak main balap balapan.
Tapi tau gak…saya bener bener baru sadar bahwa ternyata kami ini punya potensi untuk jadi pelari cepat justru karena abis balapan sama anjing ….Coba aja bayangin dengan badan sekecil itu (karena waktu itu kami masih kelas 1 smp) kami bisa bertahan sampai setengah jam untuk lari dan gak terkejar oleh si anjing. Dan memang terbukti kalau lagi lomba lari kami gak pernah meleset dari tiga besar. And saat kelas tiga smp pun kami termasuk diantara beberapa siswa yang dipilih untuk mewakili sekolah dalam rangka lomba lari marathon sejauh 5 km dari monas sampai bendungan hilir.
Kalau mau diambil hikmahnya,
Pernahkah kita mengalami hal yang serupa tapi tak sama ?
Kenapa kita bisa melakukan hal yang luar biasa....disaat yang tidak biasa.....?
Jawabannya adalah yuk…kita belajar keluar dari zona aman…..dan disitu kita akan menemukan jawaban yang sesungguhnya.
Kisah saya ini, saya sebut dengan “the Power Of Kepepet”. Terkadang kita baru sadar bahwa kita ternyata memiliki potensi lebih, justru saat kita dalam keadaan terjepit. Kalau kita baca biografi orang orang besar yang memiliki kesuksesan yang luar biasa….biasanya mereka memulai kesuksesan itu dari keadaan mereka yang tidak enak. Justru karena mereka mencoba keluar dari zona aman….mereka baru benar benar memiliki ide ide cemerlang seolah olah mengalir begitu saja tanpa limit.
Ini yang disebut dengan kunci sukses….mana kala seseorang berani membuat keputusan demi keputusan besar demi mencapai mimpi mimpi yang mungkin saja tidak biasa dalam pandangan umum.
Apa sih definisi sukses itu ?????
Sebagian orang mungkin akan menganggap sukses itu kalau dia sudah menjadi bos besar di sebuah perusahaan...maka dia sukses. Ada juga yang bilang kalau dia bisa menjadi penyanyi terkenal...maka dia sukses.Ada juga yang lebih sederhana...kalau dia bisa membeli sepatu dengan merek tertentu..maka dia sukses. Standard sukses bagi setiap orang bisa jadi berbeda, Namun apapun definisi sukses buat kita, yang jelas menurut saya ada 3 hal yang harus kita ketahui kalau kita ingin menjadi sukses menurut pandangan kita.
- Syarat sukses adalah membiasakan diri untuk keluar dari zona aman. Seorang yang terbiasa hidup dalam zona tidak aman akan terbiasa untuk berfikir solutif dan kreatif. Percayalah bahwa pada proses ini biasanya kita akan benar benar menemukan keajaiban-keajaiban dalam hidup yang mungkin tidak akan pernah dirasakan oleh seorang yang selalu memilih untuk berada pada zona aman.
Bicara tentang zona aman saya selalu ingat kisah atom (teteup..:p). Bahwa yang namanya atom tidak akan pernah memiliki cahaya sebelum ia sanggup keluar dari zona amannya (berada dalam keadaan tidak stabil) kemudian ia melompat hingga melewati beberapa tingkatan energi sampai pada puncaknya dan ketika ia kembali menuju kondisi dasarnya....ia akan kembali dalam keadaan BERCAHAYA....dan cahaya itu adalah keajaiban hidup yang diperuntukkan hanya bagi atom atom yang mau keluar dari zona amannya......how wonderfull
- Rumus sukses adalah gagal+1. Seseorang tidak akan pernah menghargai sebuah kesuksesan sebelum dia pernah merasakan gagal. Bill gates dan Isaac newton pernah di drop out dari kampusnya. Thomas alfa edison sampai mencoba ratusan kali untuk membuat sebuah lampu. Mereka selalu yakin untuk berjalan selangkah demi selangkah dalam mewujudkan mimpi mimpi luar biasanya yang walaupun mereka sendiri tidak mengerti ujungnya akan seperti apa. Ibarat mobil yang ingin melakukan perjalanan jauh dimalam hari....orang sukses tidak selalu butuh lampu sorot yang bisa menyinari jalan sampai sepanjang jalur dia menuju tujuan akhirnya yang jauh itu. Dia hanya butuh lampu sorot sepanjang 2 atau 3 meter kedepan.untuk selanjutnya dia berjalan diatas keyakinan nya yang mendalam.
- Ciri orang sukses adalah selalu melakukan lebih dari orang lain pada umumnya.. Mereka terbiasa untuk melakukan hal diatas standard yang biasa dilakukan oleh orang lain. Kalau orang lain tidur 8 jam sehari maka orang sukses biasa tidur dua jam sehari. Kalau orang lain belajar 2 jam sehari maka orang sukses bisa belajar 3 sampai 4 jam sehari.
Kebangkitan islam pun juga tak luput dari jasa para sahabat nabi yang benar-benar keluar dari zona aman.
Dan jatuh nya islam justru ketika ummat ini sudah berada pada puncak kejayaannya.Ummat ini begitu terlena dengan zona aman berupa keharuman dan kebesaran nama islam di kancah internasional sehingga menjadi lupa bahwa Al Quran telah menerangkan siapa musuh dan siapa kawan bagi ummat ini. Terjadilah konflik internal diantara sesama kalangan ummat muslim sendiri. Kondisi ini pada akhirnya dimanfaatkan oleh musuh musuh islam untuk menghancurkan dien ini.
Namun,mengutip dari tausiyah tn Hj ismail (owner HPA international) satu hal terpenting yang wajib dimiliki orang sukses adalah teramat cintanya kepada ALLAH dan Rasul
(tulisan ini sekedar untuk menginspirasi saya dan mengingatkan diri ini untuk menjadi orang yang tidak mudah menyerah.....Man Jadda Wa Jada)
Rabu, 28 April 2010
PUISI RINDU UNTUK IBU
Tak terasa engkau pergi...
Terasa terkadang hampa membekap di diri
Rasa ini tak kan kupungkiri lagi...
Pabila sendiri sunyi,,,,,kuteteskan air mataku,,,,,
Ibu,,,,,jasadmu memang t'lah bersatu dengan bumi
Tapi jiwamu masih hidup dalam sanubariku,,,,
Walau kadang samar menjelang,,, tapi raut wajahmu
Selalu membayang dikalbu anakmu ini,,,,,
Ibu,,,,,sekarang aku t'lah b’tambah dewasa,,,walau tak kau saksikan itu
Ibu,,, terkadang sesal menyesak didadaku,,,,
Saat akhir hayatmu,,,, aku belum berikan kebanggaan padamu
Aku terlalu sibuk ,,,Bu,,,,sibuk dengan ke-aku-an ku
Maafkan aku Bu,,,maafkan anakmu ini,,,,
Ibu,,,,ku tersadar saat kau t'lah jauh pergi
Saat denyut nadimu yang terakhir terasa bergetar di genggam tanganku
Bu,,,,,saat itu ku berharap satu hal,,, engkau hanya pura2 saja
Tak benar2 tinggalkanku,,,, tak benar2 berpisah denganmu
Tapi itu hanya mimpi siang bolong... untuk otak se bodoh aku
aku sadar Bu,,,,,tiada yang abadi di dunia ini
tapi,,,, aku ingin selalu dalam peluk kasihmu,,,,
Dan aku sangat membutuhkan dirimu,,,,tuk selalu sandarkan hatiku selain pd Rabb ku,,,
Ibu... semoga sekarang dapat kau saksikan anakmu ini,,,
Kini t'lah belajar banyak untuk menjaring umur yang semakin berkurang,,,
Semua itu atas didikan darimu Ibu,,,,,
Ibu,,,,jangan risaukan aku ya Bu...
Anakmu ini sekarang ingin membahagiakan dirimu
Dengan apa saja yang bisa diraihnya...
Semata,,,,sebagai persembahan yang tertunda,,,,bagimu,,walaup
Rabu, 31 Maret 2010
Renungan Indah - W.S. Rendra
Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"....
(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas ranjang Rumah Sakit)
Minggu, 29 November 2009
Emak Ingin Naik Haji
Emak Ingin Naik Haji digarap oleh Aditya Gumay yang mengadaptasi sebuah cerpen berjudul sama yang ditulis oleh Asma Nadia pada 2007. Sebuah film yang mengangkat berbagai nilai religi, sosial, kegigihan, kasih sayang. Di dalam ceritanya menggambarkan kerinduan seorang Emak untuk mendatangi rumah ALLAH, namun tidak punya biaya. Dana bertahun tahun yang beliau kumpulkan pun ternyata tidak cukup sama sekali...sebuah usaha yang mungkin kita anggap akan sia sia belaka. Zein, seorang anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya, berusaha untuk mewujudkan segala cita cita emaknya. Dia berkeliling kemanapun, menjual hasil lukisan lukisannya, membantu emak untuk mewujudkan impiannya. Namun dia sendiri tak kuasa untuk bisa mewujudkan impian emaknya. Anaknya yang sakit dan harus masuk rumah sakit justru membuatnya terpaksa untuk memakai biaya naik haji yang sudah dikumpulkan emaknya bertahun tahun.Cerita ini mengandung berbagai kisah yang sebenarnya merupakan pengejawantahan dari apa yang tengah terjadi pada sebagian masyarakat kita. Dalam film ini diceritakan tentang Juragan haji yang dengan mudahnya setiap tahun bolak balik naik haji....lebih parah lagi pak joko yang terpaksa naik haji demi sebuah titel untuk meraup suara pada pemilihan umum. Ironis sekali...
Sebenarnya Emak hampir mendapatkan impiannya ketika ternyata salah satu kupon undian haji yang dikirimkan Zein ternyata mencantumkan no undian emak. Tapi harapan itu pupus ketika zein harus masuk rumah sakit akibat kecelakaan. Emak pun sudah pasrah dan ikhlas . Ada satu kalimat yang paling menyentuh adalah..."Biarpun emak gak bisa ke sana tapi hati emak udah disana....". Tapi justru di saat kepasrahan itu muncul Allah memberikan kejutan pada Emak melalui anak dari juragan haji yang bernazar untuk menghajikan emak apabila anaknya lahir dengan selamat.
Film ini layak dan bahkan harus ditonton siapapun
Kesan : Nilai khas yang bisa saya tangkap dari cerita ini adalah ketulusan dalam sebuah kesederhanaan. Sekedar mengingat kisah ibu saya, cerita ini betul2 mirip (serupa tapi tak sama) dengan ibu saya ketika hidupnya. Jujur...pertama kali saya menonton film ini saya menangis bahkan hampir tak bisa membendung perasaan ini. Karena untuk saya ketika menonton film ini, yang tergambar dilayar kaca bukan lagi sosok ati kanser sebagai pemeran utama, tapi sosok ibunda saya yang dengan setulus hatinya, setiap harinya berusaha untuk membaca buku buku tentang haji, menghafal rukun rukun haji, menghafal doa doanya...bahkan saya pernah beberapa kali tidak sengaja melihat ibu saya menitikkan air matanya ketika melihat ka'bah...walaupun belum terlaksana mudah2an ALLAH sudah mencatatkan niat baik beliau. ALLAH Karim..film ini benar benar menghibur saya akan kerinduan saya pada sosok ibu dan membuat saya bersemangat untuk bisa menabung naik haji
Sabtu, 14 November 2009
“NEGERI PARA BEDEBAH”

oleh Adhie M Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor
menjatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan !
Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnat-tiba'a wa arinal bathila bathila warzuqnaj-tinaaba
Jumat, 16 Oktober 2009
Masihkah Al Qur an itu Kita Baca ?
Kita mulai hari kita dengan gairah untuk menciptakan syurga dunia, lantas kita pun menggelinding seperti "buldoser". Semua kita bikin rata, necis dan klimis. Semua kita bikin bersih, benderang, kokoh dan anggun. Setelah itu kita ceburkan diri kita ke...selokan.
Masihkah Al qur an yang bertengger di sudut kamar itu kita baca?
Kita mulai hari kita dengan basmallah. Lantas Allah kita penjarakan dalam kerangkeng emas. Kita 'dikte' Allah semau kita, dan kalau Allah gak mau, kita seperti merasa sangat siap untuk memaksa-Nya
Masihkah Al qur an yang bertengger di sudut kamar itu kita baca?
Kita berjalan, memetik dan menyantap setiap buah khuldi yang bukan kita tanam.
Kita tertawa, mabuk dan terkapar dalam rintih yang panjang.
Kita ini sebetulnya sakit, tapi tak pernah mau mengaku bahwa diri kita ini sakit
Kita ini sebetulnya gila, tapi selalu merasa sangat waras
Kita ini sebetulnya sudah jauh tersesat, tapi merasa yakin berjalan lempang
Kita ini sebetulnya sedang bunuh diri, tapi masih berani gembar gembor sedang membangun.
Kita ini sebetulnya bajingan, tapi selalu tampil sok suci.
Kita ini kecil dan selangkah kemudian kita 'penyek'
Masihkah Al qur an yang bertengger di sudut kamar itu kita baca?
Mungkin kita sudah terlalu lama melupakannya, bahkan mungkin sudah kita anggap tak ada, kita sibuk dengan segala hal yang kita anggap penting. Kita memang sudah lama bingung sejak Al Qur an kita museumkan.Kita memang selalu gamang dalam menghadapi segala urusan, sehingga setiap langkah yang kita ayunkan selalu menimbulkan korban.
Lantas kapan kita akan baca lagi Al Qur an ? setelah sadar bahwa kita sedang berlumpur dalam kubangan?
