Jumat, 16 Januari 2009

Letter from palestine

Letter From Palestine

I don't know what they want
as I'm just a poor little girl
Living alone no more sisters nor brother



My friend
I always remember when took my parents
That group of strangers to me to worry not
That my parents would be back to me
But not to this day do I ever see



My friend
Now that I've nothing to carry, no to worry
That I find no more of mother's affection
Nor father's smile saying "hi sweetie"
But I still have hope though faint as it is





To whom shall I turn for help?
will anybody listen to my whining?
I am just a poor little girl, one of the many
who will only live of tha aids of humanity

we will not go down (song for gaza)



WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Jumat, 09 Januari 2009

Maryamah Karpov

Maryamah Karpov tetralogi keempat dari Andrea Hirata yang kutunggu-tunggu...menurutku bacaan ini masih menggambarkan karakter Ikal yang kuat dan tidak mudah menyerah. Terus terang aku kagum dengan perjuangannya. Dalam cerita ini diceritakan Ikal baru saja pulang dari Perancis setelah menamatkan gelar masternya. Dan kembali menjalani kehidupannya seperti semula...dikampung menjadi pengangguran dan pemimpi berat. Klimaks cerita dimulai dari ketika ia menemukan rajah kupu-kupu dari seorang tionghoa yang mati terdampar dilaut. Rajah kupu-kupu yang mengingatkan ia akan sosok A Ling yang dicari-cari selama ini dalam pengembaraannya diseparuh dunia. Ikal merasa mendapatkan titik terang dalam pencariannya. dan sejak saat itu ia bertekad untuk menemukan A Ling...apapun rintangannya. Tapi ternyata semua tak semudah yang dibayangkan karena Ikal harus menghadapi beberapa rintangan yang berat.

Rintangan pertama adalah Ikal harus mencari uang sebanyak-banyaknya untuk mencari A Ling. Dari pekerjaan paling kasar menjadi kuli sampai paling halus yaitu mengirimkan artikel-artikel ilmiah ke bulletin kampus dilakukannya demi cinta. Tetapi hasilnya Nihil tetap saja Ikal tak mampu mencapai targetnya

Rintangan kedua adalah ia harus membuat perahu sendiri....kasus ini pada akhirnya terpecahkan karena ingatannya pada sosok Lintang. Ada satu kalimat yang aku suka dari Lintang " Kesulitan akan gampang dipecahkan dengan mengubah cara pandang, Boi ". Kalimat inilah yang membuat Ikal mengubah sudut pandang dirinya dari tidak tahu apa-apa menjadi seorang pembelajar sejati. Kisah membuat perahu ini sangat kental dengan muatan ilmu-ilmu fisika, geometri dan sejarah. Ini memberi pelajaran kepada kita bahwa ketika kita menghadapi masalah... maka pandanglah dari sudut yang bermacam-macam karena disitulah kesejatian sebuah ilmu. Tidak berdiri sendiri...

Rintangan ketiga adalah ia harus menghadapi tokoh-tokoh yang sangat ditakuti dan disegani oleh masyarakat belitong, yaitu "Tuk Bayantula dan Tambok". Rintangan ini terpecahkan karena kecerdikan seorang Mahar sahabat ikal yang "unpredictable" dan genius dalam bidang ilmu perdukunan. Penyelesaiannya juga sangat sederhana... yaitu hadiah sebuah TV dengan semut-semut sebagai aktornya :) yang ia berikan kepada Tuk Bayantula yang pada akhirnya meluluhkan hati Tuk Bayantula untuk membantu Ikal dalam menghindari kejahatan Tambok. Pada kisah ini pada akhirnya Ikal berhasil menemukan A Ling. Kisah pada rintangan ketiga ini juga syarat dengan muatan sejarah.

Hal yang konyol dalam cerita ini adalah tradisi taruhan yang dilakukan oleh warga Belitong. Kemudian bagaimana kekeuhnya ketua Karmun merayu Ikal untuk mencabut giginya di klinik dokter Diaz. Sebuah pertaruhan antara kemampuan dan harga diri juga terjadi disaat drg Diaz mencoba mencabut gigi Ikal. Trus kejahilan Ikal dalam "membohongi" ibu nya untuk lari dari shalat witir berjamaah demi menemui A Ling pujaan hatinya.

Hal yang aneh dalam cerita ini adalah kemudahan dalam kesulitan yang seringkali muncul tiba-tiba dan dalam cara yang sederhana,contoh sewaktu Ikal menghadapi sidang masternya yang di uji oleh "La Plagia" seorang dosen cerdas, galak, nyelekit dan sangat ditakuti oleh mahasiswa-mahasiswanya. Semudah itukah? kalau memang "La Plagia" adalah seorang perfeksionis, ia seharusnya tau waktu dan tempat yang cocok untuk sekedar berbincang dengan profesor Turnbull. Keanehan lainnya judul maryamah karpov (seorang wanita pemain biola yang kerap kali menemani Ikal dalam kebingungannya memecahkan misteri pembuatan perahu) yang sampai sekarang aku masih gak ngerti apa hubungannya. Juga tentang televisi bersemut yang diberikan kepada Tuk Bayantula...emangnya ada listrik penghubung di pulau terpencil seperti itu? Kalau memang ada listrik seharusnya tuk bayantula gak jadi norak gitu ngeliat TV bersemut. Terus...katanya Tuk Bayantula galak...dan sadis.

Ending dari cerita ini begitu tidak terduga... karena Ikal tidak seberuntung Arai dalam menemukan jodohnya. Niatan Ikal untuk menikahi A Ling tidak disetujui oleh ayah juara satunya.

At least...aku suka buku ini karena syarat ilmu pengetahuan. Tapi saya masih lebih suka karya Andrea Hirata yang ketiga..."Edensor".

nice words


Ikhlas itu bagaikan semut hitam diatas batu yang hitam di malam yang kelam. Berwujud tetapi sulit dilihat

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Kebaikan itu menyinari wajah, menyilaukan cahaya jiwa, membuka pintu rizki, menguatkan tubuh danmenambah cinta dalam hati.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Saudaraku mari luruskan niat, membina umat,menggapai hidayah. Mantapkan langkah kita di jalan berliku yang penuh perjuangan. Biarkan debu-debu menjadi saksi, peluh dan darah menghias diri. Tetapkan hati ini untuk setia pada ikrar, mengusir setiap ragu, melaju, menderu tanpa jemu, runtuhkan barisan musuh-musuh kita!!! Tautkan jiwa-jiwa kita hingga meraih kemenangan atau kesyahidan sejati.Percayalah bahwa Rabb kita Maha menepati janji

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidaklah islam akan semakintegak kecuali oleh jundi-jundinya yang tsabat dijalan yang semakin mendaki, sempit dan sepi. Hanya satu yang membuat mereka dapat bertahan adalah karena mereka ingin lekas berjumpa dengan Rabbnya... Tetaplah istiqomah... Kadang kesendirian adalah cara Allah untuk mendekat pada hambaNya... Mari kita sama-sama belajar dan belajar untuk ikhlas meniti jalan ini, jangan biarkan setitik 'kecewa' membuat langkah ini surut apalagi terhenti ...

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabar itu ada 3 macam, sabar menjalani musibah penderitaan, sabar mengerjakan ketaatan, sabar meninggalkan kemaksiatan

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Selangkah ke alam perjuangan berarti selamanya dalam kepahitan. Biarlah menangis, terluka kecewa karena Allah. Daripada mati tanpa mujahadah. Kita tak sanggup selamanya terluka, tapi ingatlah setiap tetesan darah dari luka dan air mata itulah mahar kita menuju syurga. Bila ditanya kenapa perjuangan itu pahit? jawabnya karena syurga itu manis. Semoga diri kita senantiasa tabah dalam perjuangan di jalanNya

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Terkadang Allah hilangkan sekejap matahari, kemudian didatangkan guruh dan kilat. Puas kita mencari di manakah matahari berada...rupanya Allah ingin hadiahkan kita PELANGI.
Sabar dan tabah menyikapi cobaan

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Kemuliaan Manusia Dalam pandangan Allah tidak diukur berdasarkan postur tubuh yang sempurna, harta yang banyak, keturunan yang baik, Pangkat yang tinggi dan kekuasaan yang luas di dunia, namun di tentukan oleh kemuliaan jiwa yang menghuni raganya. Jiwa yang bersinar karena Iman didalam dada. Jiwa yang semangatnya senantiasa tetap membara dan sanggup memberikan apapun yang terbaik untukNya. Jiwa yang merindukan syurga karena Disitu ia akan berkumpul bersama para kekasihNya

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Allah fitrahkan hati kami dengan selaksa cintaMu. Bersama secuil nurMu yang meluruh di raga kami. Izinkan kami untuk bersimpuh dipintuMu. Menjadi manusia baru yang tak pernah jenuh mencintaiMu

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi, dalam kekurangan harta ada kekayaan jiwa, dalam kesempitan hidup ada keluasan ilmu. Hidup ini indah jika segalanya karena Allah.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Cinta kepada Allah adalah bagaikan pohonkurma yang akarnya menghujam dalam kedasar bumi, memanjang dan berakhir pada oase.Hal itu membuatnya kokoh dan tetap memberi manfaat walau disekelilingnya adalah gurun yang gersang

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya Allah jaga sahabat dakwahku, kuatkan pancang kakinya dijalanMu, kuatkan jasadnya dengan anugerahMu, kuatkan ruhnya dengan ruhMu, buat ia tersenyum sehingga di syurga kelak kami bisa bertemu

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Sesungguhnya orang-orang yangberiman adalah yang jika diingatkan dengan ayat-ayat Kami, mereka menyungkur sujud dan bertasbih memuji Tuhannya, lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa dengan penuh dan harap, serta menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Allah ambillah kesedihan saudaraku, bahagiakan hatinya dengan mengenalMu. Berkahi langkahnya dengan anugrahMu, mudahkan kesulitannya dan sayangi dia seperti Engkau menyayangi hamba-hambaMu yang sholeh, sungguh aku mencintainya karenaMu

Selasa, 30 Desember 2008

Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol

Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol .
Begitu banyak ilmuwan muslim yang telah menggoreskan jejak-jejak keintelektualitasan yang sangat berarti bagi kita hingga saat ini, tetapi sayangnya tidak banyak diantara kita yang mengetahui sejarah mereka. Buku ini menceritakan jejak sejarah dari para ilmuwan muslim terdahulu hingga yang paling mutakhir. Yang paling menarik bagi saya tentunya adalah sejarah ilmu kimia yang berasal dari mesir :) dengan Jabir Ibnu Khayan sebagai bapak kimia modern. Betapa umat muslim sebenarnya adalah pioner dari ilmu pengetahuan. Baca bukunya... simak kezuhudan mereka dalam mereguk ilmu Allah yang begitu luas. Niscaya kita akan menjadi malu dan termotivasi untuk menjadi tidak puas terhadap ilmu.

Rabu, 24 Desember 2008

Bila Rasulullah SAW Menjenguk kita

Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah SWT tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita...Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih dimuka pintu rumah kita. Apa yang kita lakukan?
Mestinya kita sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita.Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar beliau sudi menginap beberapa hari di rumha kita. Beliau tentu tersenyum...
Tetapi barangkali kita meminta pula Rasulullah menunggu sebentar di depan pintu rumah kita...karena kita teringat Video maksiat yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu kedalam. Beliau tentu tetap tersenyum...
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya kebelakang secara tergesa-gesa.
Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan meletakkannya di ruang tamu kita. Beliau tentu tersenyum...
Bagaimana bila kemudian Rasulullah bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat saudara-saudara kita...anak-anak kita lebih hafal lagu-lagu barat daripada mengahafal shalawat kepada Rasuluullah SAW.
Barangkali kita menjadi malu bahwa anaka-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW...karena kita lupa dan lalai mengajari anaka-anak kita...Beliau tentu tersenyum...
Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun nama anggota keluarga Rasulullah dan sahabatnya, tetapi hafal di luar kepala mengenai anggota power rangers atau kura-kura ninja. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar menjadi ruang sholat...barangkali kita teringat bahwa saudara-saudara perempuan kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan dengan Rasulullah. Beliau tentu tersenyum...
Belum lagi koleksi CD-CD kita yang berisi film-film yang tak pantas dilihat. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi kita untuk menghormati junjungan kita? Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke mesjid meskipun azan berkumandang...beliau tentu tersenyum...
Barangkali kita menjadi malu karean pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV...Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi...Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tak pernah menjalankan sholat sunnah...
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al Quran.Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tak mengenal tetangga-tetangga kita.Beliau tentu tersenyum...
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat didepan rumah kita?Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat penjaga mesjid dikampung kita...Betapa senyum beliau masih disitu...
Bayangkan aapabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul didepan pintu rumah kita...apa yang akan kita lakukan?
Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita?
Atau akhirnya dengan berat hati...kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah kita karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu...Maafkan kami ya Rasulullah...
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih, senyum getir...
Oh Betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah

Seni Melukis Hidup

2 hari yang lalu...silaturahim ke rumah salah seorang saudaraku...ngobrol ngalor ngidul lah...dari hal gak penting sampe hal yang paling penting. Enaknya sih karena beliau punya pengetahuan islam yang cukup dalam walaupun kita beda prinsip. Satu hal yang paling menarik dalam sebuah pembicaraan adalah ketika saya melontarkan sebuah pertanyaan...bagaimana cara kita untuk mengetahui kondisi baik atau buruknya akhlaq seseorang. Beliau menjawab simpel...tetapi memiliki makna yang dalam buat aku. Lihatlah perilakunya...apakah dia santun terhadap orang tuanya...dan bagaimana beliau bercerita tentang orang tuanya...apa saja yang diceritakan...dan disitulah kita bisa mengetahui akhlaq seseorang. Subhanallah ...satu pemikiran yang tak terpikir olehku selama ini, karena aku selalu berfikir bahwa orang yang baik itu pasti shalat malamnya tiap hari...pasti shalat subuhnya gak pernah kesiangan. tapi aku baru kepikiran bahwa apa yang kupikirkan selama ini adalah sesuatu yang bersifat habluminallah dan itu adalah rahasia dia dengan Allah. Tapi habluminnnaas adalah sesuatu yang kasat mata bisa terlihat jelas dihadapan kita.

Sebagai seorang pemuda adakalanya kita menganggap yang tua itu kolot dan berfikiran pendek. Padahal mereka adalah orang-orang yang telah merasakan asam garam kehidupan. Seringkali kita meremehkannya padahal kalau kita mau menurunkan ego kita...kita bisa banyak belajar dari pengalaman mereka.
Kemudian pembicaraan berlanjut dari santun kepada orang tua...menuju santun terhadap shalat...ya Allah...rasanya tak habis ilmu yang ku terima hari itu dan menjadi pelajaran yang bermakna.Beliau bilang seorang yang santun terhadap orang tua biasanya juga bisa santun terhadap shalatnya. Entah bagaimana hubungannya...aku tidak tidak bisa menguraikan satu persatu...tapi yang jelas pendapat beliau ada maksudnya.

Jadi inget hadist Rasul...mungkin ini ada hubungannya. Rasulullah pernah bersabda bahwa kondisi setiap anak yang dilahirkan adalah bagai secarik kertas yang putih dan orang tuanyalah yang akan memberikan warna apakah anak ini akan menjadi majusi...nasrani...atau yahudi...Mungkin yang diceritakan saudaraku adalah orang tua yang shalih ya?

Bicara tentang warna...aku sebetulnya hobi melukis dan menggambar...bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk berada didepan kanvas atau kertas. Tapi disitulah nikmatnya melukis. Melukis buat aku adalah seni memainkan warna...seni berekspresi maka seperti yang tadi sudah aku katakan bahwa tak heran kalau yang namanya pelukis sampai mau meluangkan waktunya berjam-jam hanya untuk menghadirkan sebuah sensai lukisan yang perfect dan bermakna.

Dalam kehidupan inilah yang disebut sebagai sibghotullah (celupan Allah) artonya seni melukis kalau kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari...Subhanallah luar biasa. Kualitas hidup kita ditentukan dari kelihaian pelukisnya yaitu, kedua orang tua kita dari mulai kita usia nol sampai baligh...dan diri kita sendiri dari mulai baligh sampai meniggal. kalaupun lukisan kedua orang tua kita belum sempurna...hendaknya kita lah yang menyempurnakan itu.

Warna...yah kualitas sebuah lukisan juag ditentukan oleh permainan warna dari sang pelukis. Adakalanya sang pelukis tidak mendapatkan warna yang diinginkannya, dan disitulah kecerdasan dan talenta seorang pelukis di uji. Seperti hidup tak selamnya "lempeng" ada putihnya...ada hitamnya...ada merahnya...ada kelabunya...Apa yang seharusnya kita lakukan?

Di sinilah sebetulnya pelukis -pelukis kehidupan dituntut untuk bisa bermain dengan cantik...membuat sesuatu yang buruk menjadi baik dan hidup....kita buat judul lukisan kita menjadi "Seni Melukis Hidup".
Jangan sekali-kali kita mengutuki tentang warna hidup kita...karena kita harus sadari bahwa hitam terkadang menjadi sesuatu yang membuat lukisan menjadi hidup, coklat menjadikan lukisan terlihat elegan, hijau menjadikan lukisan lebih alami.Semua warna yang tercampur dalam satu wadah kanvas kehidupan saling bersinergi membuat lukisan yang mahal dan bernilai.

Ada satu lagi yang akan memnentukan nilai lukisan kita...adalah kualitas pewarnanya. Betapa indahnya lukisan kita...betapa lihainya diri kita dalam melukis...kalau pewarnanya mudah sekali luntur akan menjadi tidak berarti...bukankah kita ingin seperti leonardo da vinci? yang lukisan nya tak lekang di makan waktu? (ini dalam bentuk dzahir)tapi dalam bentuk kehidupan ya...kita bisa lihat sejarah para sahabat rasul...salafussalih yang keilmuan mereka tak lekang di makan zaman...jasa mereka terkenang sepanjang waktu...pujian Allah untuk meraka abadi sepanjang dunia dan akhirat kelak.
Bisa gak ya...aku seperti itu...masih jauh kayaknya...

wallahu a'lam